Laporkan Masalah

Perilaku kesehatan Ibu Pra dan Pasca persalinan di Propinsi Nusa Tenggara Barat

Tanto Kusworo, Prof. Drs. Kasto, M.A.

2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Studi tentang perilaku kesehatan wanita, khususnya kaum ibu pada masa pra dan pasca persalinan yang dikaitkan dengan faktor-faktor sosial, ekonomi dan demografi di Indonesia sampai saat ini masih cukup penting. Hal ini disebabkan, hasil studi tentang perilaku kesehatan ibu ternyata masih sering diabaikan. Padahal, kondisi kesehatan ibu menjadi faktor yang amat berpengaruh bagi status kesehatan anak, keluarga, bahkan masyarakat. Wanita adalah kunci dari penyelenggaraan kesehatan dan diharapkan menjadi pendidik kesehatan yang mengajarkan masalah kesehatan bagi generasi masa datang dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. Penelitian tentang perilaku kesehatan ibu yang dilaksanakan di NTB ini bertujuan untuk menganalisis profil perilaku kesehatan ibu yang terdiri atas unsur-unsur berupa intensitas pemeriksaan kehamilan, pemilihan tenaga pemeriksa dan tempat pemeriksaan kehamilan, pemilihan tempat dan tenaga persalinan dan pemberian ASI. serta menganalisis faktor-faktor pendidikan ibu, aktivitas ekonomi, dan umur ibu dalam hubungannya dengan perilaku kesehatan ibu. Penelitian ini bersifat analisis data sekunder dengan menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1997. Wanita yang dimaksud dalam penelitian ini adalah wanita pernah melahirkan dengan kelahiran anak terakhir setelah Januari 1992 (5 tahun sebelum survei). Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa ibu-ibu yang melahirkan anak terakhir di Propinsi Nusa Tenggara Barat sebagian besar berumur 20- 34 tahun. Dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan ternyata ibu-ibu yang tinggal di perdesaan, tingkat pendidikannya mayoritas SD kebawah sedangkan di daerah perkotaan proporsi tertinggi adalah mereka yang berpendidikan SLTA keatas. Lebih dari 93 persen ibu-ibu di NTB pernah memeriksakan kandungannya dengan intensitas pemeriksaan mayoritas sebanyak 5-10 kali selama masa kehamilan. Dalam hal pemilihan tenaga pemeriksa kehamilan, nampaknya bidan/perawat masih menjadi pilihan utama baik mereka yang tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Sementara itu, puskesmas/puskemas pembantu merupakan tempat yang paling disukai ibu-ibu guna memeriksakan kehamilannya. Pada saat melahirkan, umumnya mereka lebih memilih dukun beranak untuk membantu persalinan dan dengan adanya kecenderungan tersebut maka para ibu kebanyakan memanfaatkan rumah sebagai tempat persalinan. Kecenderungan pemberian air susu ibu adalah 17-32 bulan. Uji Chi-Square menunjukkan perbedaan perilaku kesehatan ibu menurut tingkat pendidikan, aktivitas ekonomi dan umur ibu, meskipun faktor aktivitas hanya berlaku di perdesaan dan umur hanya berlaku di perkotaan. Sehingga dari ketiga hipotesis yang diajukan seluruhnya dapat diterima.

The study of women's health behavior, especially mothers in pre and post giving birth which is related with the social, economy and demography factors in Indonesia until present is still important. It is driven because the result of the study of women's behavior is still being neglected. Whereas in fact the mother's health condition plays an important rule to the child, family and even the community's health status. Women as the key of health implementation and are expected to be health educators which teach health problems to the next generation in creating a conducive health environment. This research of mother's health behavior which was done in West Nusa Tenggara was purposed to analyse the profile of women's health behavior which consist of: number of antenatal care visits, selecting the place and assistance of antenatal care, selecting place and assistance during delivery and duration of breastfeeding and also analyse the factors of mother's level education, economic activites and age in relation to the mother's health behavior in West Nusa Tenggara. This research is a secondary data analysis using datas from the "Demographic and Health Survey 1997". Women in this research is define as women who had given birth with the last birth were occurred before January 1992 (5 years before the survey). Based on the analyse, it was known that most mothers who gave birth for their last child in West Nusa Tenggara is between 20-34 years old. If we look at the level of educational attainment, we can conclude that most mothers who live in rural areas are under elementary school, where in urban areas the highest proportion is above senior high school. More than 93 percent of mothers in West Nusa Tenggara had a number of antenatal care visit for 5 - 10 times during their pregnancy. As for assistance of antenatal care, midwife or nurse is the first option for both mothers in rural and urban areas. Public Health Center/sub Public Health Center is the favorite place to control their pregnancy. In giving birth, they usually choose traditional birth attendant or "dukun bayi" to help them. With this tendency, most mothers use their private home as the place of delivery. The trend of breast feeding in West Nusa Tenggara is 17-32 month. The Chi-Square test showed that were differences in mother's health behavior according to the level of educational attainment, economic activities and age, although the aspect economic activities only accurs in rural areas and the aspect age only occurs in urban areas. Thus, from the three hypothesis which were submit, that all hypotheses were acceptable.

Kata Kunci : Kesehatan Wanita,Proses Persalinan,Kesehatan Ibu,Kesehatan Anak,Nusa Tenggara Barat

  1. S1-2001-101110-Tanto_Kusworo-abstract.pdf  
  2. S1-2001-101110-Tanto_Kusworo-bibliography.pdf  
  3. S1-2001-101110-Tanto_Kusworo-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2001-101110-Tanto_Kusworo-title.pdf