The View Beneath The Glass Ceiling: How Labor Market Flexibility Contributes to The Vulnerability of Female Workers in Indonesia’s Automobile Manufacturing Company
Pitrakanya Risa Bhanurasmi, Muchtar Habibi S.I.P. M.A. Ph.D
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Diimplementasikannya Peraturan Tenaga Kerja No.13 Tahun 2003 merupakan awal mula dari era fleksibilitas pasar tenaga kerja di Indonesia dengan tujuan untuk menyesuaikan keadaan perekonomian Indonesia dengan perkembangan ekonomi global. Dengan diimplementasikannya peraturan tersebut, para pekerja memerlukan penyesuaian terhadap perubahan pada nilai-nilai keseluruhan dalam pekerjaannya. Salah satu sistem yang tergolong penting dalam peraturan ini adalah diimplementasikannya sistem outsourcing dan kerja kontrak, dimana para pekerja diekstrak dan tak lagi terikat dengan perusahaan. Hal ini mempengaruhi banyak sektor pekerjaan dan banyak perusahaan, termasuk IAMI, perusahaan manufaktur automobil yang terletak di Karawang yang terkenal dengan tenaga kerjanya yang didominasi pekerja laki-laki. Para pekerja perempuan adalah kaum minoritas di dalam ekosistem perusahaan dan diimplementasikannya sistem baru tersebut berdampak pada kehidupan pekerja perempuan. Fenomena tersebut saling terkait dengan perlindungan perempuan, yang merupakan minoritas gender dalam hal hak dan keamanannya yang menjadi fokus subjek penelitian ini. Kondisi ini berperan dalam istilah “Langit-langit kaca”, yaitu segregasi vertikal bagi pekerja perempuan yang menghambat kemajuan karir mereka. Penelitian ini juga mendalami topik bagaimana pekerja perempuan menyikapi kondisi yang mereka hadapi saat ini.
Riset ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk membantu mengidentifikasi permasalahan dari permasalahan yang disampaikan, mengumpulkan bahan-bahan yang relevan, wawancara responden, mengorganisasikan materi, memetakan kemungkinan jawaban atas permasalahan, menganalisis nilai hakiki hak-hak pekerja, dan membuat kesimpulan dengan pendekatan metode penelitian naratif-analisis.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) penerapan fleksibilitas pasar kerja di Indonesia berkontribusi terhadap kerentanan pekerja perempuan dengan menghilangkan tunjangan, keamanan, dan perlindungan, (2) reaktansi pekerja perempuan terhadap perlakuan tidak adil terbagi menjadi dua kategori; mereka yang bisa menerima kondisi saat ini, dan mereka yang melakukan perlawanan terselubung, (3) UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 tidak lagi cukup untuk memberikan perlindungan yang layak kepada pekerja dan oleh karena itu perlu diatur ulang sesuai dengan kondisi ketenagakerjaan modern. pasar untuk memenuhi kebutuhan pekerja perempuan.
The enactment of Manpower Act No.13/2003 was the start of Indonesia’s Labor Market Flexibility era which aims to adjust Indonesia’s current economic state to the global economic advancement. With the adjustments that have been implemented, workers needed to adapt to the changes to the overall value of employment. The most notable system from the regulation is the enactment of outsourcing and contract working system which extracts workers from being tied with companies. This affected many sectors of fieldwork, including IAMI, an automobile manufacturing company located in Karawang which is known to be a male-dominated. Female workers, who are considered as a minority in the industry are heavily affected by the new system. The phenomenon is inter-related to the protection of women who is a gender minority with regards of their rights and security as the focus subject of this research. The conditions plays a part in the term “Glass Ceiling”, a vertical segregation for female workers that hinders their career progression. This research also dives into the topic of how female workers responds to the current condition that they are facing.
The Author used qualitative research method to help identify the problem of the presented issue, gathering relevant materials, respondent interviews, organising material, map out the possible answer to the problem, analysed the intrinsic value of workers rights, and form conclusion with the approach of narrative-analysis research method.
From this research, it can be concluded that (1) the application of labor market flexibility in Indonesia contributes to the vulnerability of female workers by eliminating benefits, security, and protection, (2) female workers reactance towards the unfair treatment are divided into two categories; those who comes to terms with the current conditions, and those who resorts to covert resistance, (3) the Manpower Act No.13/2003 is no longer sufficient to provide workers with proper protection and therefore needs to be rearranged accordingly to the modern labor market to cater the needs of female workers.
Kata Kunci : Labor Market Flexibility, Outsourcing, Contract, Automobile Manufacturing Industry, Female Workers, Vulnerability of Female Workers, Job Security