Ketidakadilan Gender dan Resiliensi Perempuan Pekerja Formal di Masa Pandemi: Studi di Desa Jumo, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung
Rina Oktafianingrum, Nurhadi S. Sos., M. Si., Ph. D.
2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Penelitian skripsi ini untuk memahami kaum perempuan yang mengalami isu ketidakadilan gender dan bagaimana mereka memelihara ketahanan mereka di masa pandemi Covid-19 di Desa Jumo, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Ketidakadilan gender merupakan bentuk pembedaan perlakukan berdasarkan alasan gender. Penelitian ini berupaya memaparkan hal-hal yang sebelumnya belum terungkap dalam pengalaman perempuan terutama untuk praktik ketidakadilan gender dan bagaimana para perempuan berupaya dalam resiliensi mereka di masa pandemi Covid-19. Untuk menjawab masalah yang dipaparkan, peneliti menggunakan konsep ketidakadilan gender menurut Mansour Fakih dan resiliensi menurut Karen Reivich dan Andrew Shatte digunakan untuk landasan berpikir yang berguna mengungkap pengalaman kaum perempuan yang mengalami ketidakadilan gender di masa pandemi. Dari konsep ketidakadilan gender dan resiliensi, penelitian ini berusaha memaparkan sudut pandang dan kondisi yang dialami informan ke dalam tulisan ilmiah. Metode yang dipakai untuk penelitian ini yaitu analisis kualitatif-deskriptif. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Dengan 6 informan pekerja perempuan formal dan 2 suami informan yang ada di Desa Jumo. Adapun teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menemukan 4 tema terkait perempuan sebagai pekerja formal yang mengalami ketidakadilan gender, yaitu Pertama, subordinasi yang menganggap salah satu jenis kelamin lebih penting dari jenis kelamin lain. Kedua, beban ganda yang diterima salah satu jenis kelamin lebih banyak dibandingkan jenis kelamin lain. Ketiga, marginalisasi, mengontrol, membatasi, atau memberikan gangguan kepada kaum perempuan sehingga perempuan menjadi terpinggirkan. Keempat, kekerasan, suatu tindakan seseorang kepada orang lain yang berdampak pada kesengsaraan secara fisik, psikiologis, verbal, seksual, atau penelantaran rumah dalam lingkup rumah tangga. Dan empat terkait resiliensi perempuan di masa pademi Pertama, pemanfaatan teknologi, adaptasi perempuan untuk dapat menjalankan perannya menggunakan berbagai cara dengan memanfaatkan jaringan teknologi. Kedua, pengaturan ekonomi, bagaimana perempuan harus bijak mengelola ekonomi di masa pandemi Covid-19. Ketiga, perubahan gaya hidup, penyesuaian yang perempuan lakukan sebagai wujud dari tatanan kehidupan yang baru. Keempat, manajemen waktu, perempuan harus mampu menanggung porsi pekerjaan ranah domestik yang kemungkinan lebih banyak daripada laki-laki.
This research is to understand women who experience issues of gender inequality and how they maintain their resilience during the Covid-19 pandemic in Jumo Village, Jumo District, Temanggung Regency. Gender inequality is a form of differential treatment based on gender reasons. This research seeks to explain things that have not previously been revealed in women's experiences, especially the practice of gender inequality and how women are trying to increase their resilience during the Covid-19 pandemic.To answer the problems presented, researchers used the concept of gender inequality according to Mansour Fakih and resilience according to Karen Reivich and Andrew Shatte as a basis for thinking that is useful in revealing the experiences of women who experience gender injustice during the pandemic. From the concepts of gender injustice and resilience, this research attempts to explain the viewpoints and conditions experienced by informants in scientific writing.The method used for this research is qualitative-descriptive analysis. Informants were determined using purposive sampling technique. With 6 formal female worker informants and 2 informant husbands in Jumo Village. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. This research approach is descriptive qualitative using primary and secondary data sources.The results of this research found 4 themes related to women as formal workers who experience gender injustice, namely First, subordination which considers one gender to be more important than the other gender. Second, one gender receives a double burden more than the other gender. Third, marginalization, controlling, limiting or disturbing women so that women become marginalized. Fourth, violence, an action by a person towards another person which results in physical, psychological, verbal, sexual misery or neglect within the household. And four related to women's resilience during the pandemic. First, the use of technology, women's adaptation to be able to carry out their roles using various methods by utilizing technological networks. Second, economic regulation, how women should wisely manage the economy during the Covid-19 pandemic. Third, lifestyle changes, adjustments that women make as a form of a new life order. Fourth, time management, women must be able to cover a larger portion of domestic work than men.
Kata Kunci : ketidakadilan gender, resiliensi, pandemi Covid-19, perempuan pekerja formal