Pengalaman dan Kedudukan Perempuan Minang dalam Sistem Kekerabatan Matrilineal di Bukittinggi Era Saat Ini
FEBBY YOLA OLIVIA, Milda Longgeita Br Pinem, M.A., Ph.D
2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Problema dari isu gender tidak terlepas dari dinamika masyarakat sehingga bahasan ini tidak pernah lengkang dimakan zaman. Skripsi ini mengeksplorasi
pengalaman dan posisi perempuan pada sistem kekerabatan matrilineal. Berbagai pro dan kontra mengenai kehidupan
perempuan yang digaung-gaungkan memiliki
hak istimewa. Secara adat, perempuan
Minang
memiliki kedudukan yang istimewa. Berbagai hak-hak dihadiahkan untuk perempuan di sana sehingga perempuan mendapat kedudukan yang agung. Penelitian ini menemukan pengalaman kehidupan perempuan minang saat ini jauh dari kata istimewa. Berbagai fakta menarik dibalik sistem
adat yang mengagungkan perempuan tersimpan berbagai pengalaman marginal yang
dipengaruhi oleh banyak aspek. Perbedaan latar belakang pendidikan dan profesi menjadi salah
satu faktor pendukung terjadinya marginalisasi. Sebanyak delapan informan yang
berpartisipasi dalam pembuatan skripsi ini mereka terbagi menjadi dua kategori yaitu enam
informan utama dan
dua informan pendukung. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara mendalam, studi literatur, observasi dan dokumentasi,
hasilnya akan
dinarasikan
sesuai
dengan ketentuan penulisan karya ilmiah sehingga menghasilkan temuan baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Untuk memperkuat analisis, peneliti menggunakan gagasan interseksionalitas akan menjabarkan
pengalaman penindasan
dan
hak istimewa yang dialami
banyak orang pengalaman siapapun itu.
Terdapat dua pokok bahasan
dalam hasil penelitian ini. Pertama mengenai
marginalisasi
pengalaman perempuan Minang. Temuan ini dinarasikan secara natural yang
terdiri dari beberapa poin potret budaya alam minangkabau, mengenal berbagai sosok perempuan minang,
sebelum menuju ranah domestik, tuntutan menjadi seorang istri, suara hati
seorang ibu untuk anaknya, dibalik pilihan menjadi wanita karir, relasi keluarga baru. Yang kedua tentang diskusi temuan interseksionalitas. Dari keseluruhan pembahasan dapat disimpulkan bahwa para informan mengalami marginalisasi, tetapi kondisi termarginalkan itu dipengaruhi oleh berbagai aspek pendukung bukah hanya adat. Bukan hanya adat yang dikritik disini tapi saat adat tersebut ditafsirkan dipraktekkan dengan cara yang berbeda di
era
kontemporer
ini.
Kedelapan informan pada penelitian
ini kurang lebih
mewakili hampir
keseluruhan perempuan minang data tersebut
disimpulkan dari berbagai pengalaman dan beberapa jurnal temuan.
The problem of gender issues
cannot be separated from the dynamics of society so this discussion never goes out of style. This thesis explores the experiences and position of women in the matrilineal kinship system. There are various pros and cons regarding the lives of women who are said to have privileges. Traditionally,
Minang women have a special position. Various rights are given to women there so that women have a noble position. This research finds that
the life experiences of Minang women today
are far from special. Various interesting facts behind the traditional system
that glorifies women contain various marginal experiences that
are influenced by
many
aspects. Differences in educational
and professional backgrounds are
one of the supporting factors for marginalization. A total of eight informants
who
participated
in writing this thesis were divided into two categories, namely
six main informants and two
supporting informants. This research
uses several data collection
techniques such
as
in-depth interviews, literature study, observation and documentation, the results will be narrated in
accordance with the provisions for writing scientific papers so as to produce new findings. This
research uses a qualitative research method with a case study
approach. To strengthen the analysis, researchers using the idea of intersectionality will describe the experiences of
oppression and privilege experienced by many people, whoever it is.
There are two main points of discussion in the results of this research. The first concerns the marginalization of
Minang women's experiences. These findings are narrated naturally,
consisting of several
portrait points of Minangkabau natural
culture, getting to know various Minang women figures, before entering the domestic realm, the demands of
being a wife, a
mother's voice for her child, behind the choice to become a career woman, new family
relationships. The second is about discussing intersectionality findings. From the o verall
discussion it
can be concluded that the informants experienced marginalization, but this
marginalized condition was influenced by various supporting aspects, not just customs. It is
not only customs that are criticized here but when these customs are interpreted they are practiced in different ways in this contemporary era. The eight informants in this study more or less
represent almost all Minang women. The data was
concluded from various experiences and several journal findings.
Kata Kunci : sistem kekerabatan matrilineal, pengalaman marginalisasi, posisi perempuan, interseksionalitas