Peranan Badan Perwakilan Desa sebagai Parlemen Desa :: Studi tentang pelaksanaan fungsi Badan Perwakilan esa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Kabupaten Karawang
MAHPUDIN, Dr. Pratikno, M.Soc.Sc
2004 | Tesis | S2 Ilmu PolitikKeberadaan Badan Perwakilan Desa sebagai institusi baru yang berfungsi sebagai parlemen desa merupakan harapan baru bagi proses demokratisasi di desa. Kedudukan yang baru dengan kewenangan yang tegas memberikan peluang sebagai alternatif baru bagi proses penyaluran aspirasi. Yang diharapkan mampu menjembatani antara kepentingan warga masyarakat dengan pemerintah desa. Studi ini berusaha untuk mengidentifikasi peranan BPD sebagai parlemen desa. Teori-teori yang dipergunakan mencakup teori tentang demokrasi, demokrasi perwakilan (representatif), tugas dan fungsi sistem perwakilan politik, peranan BPD sebagai parlemen desa, perwujudan demokrasi di tingkat desa dan proses pengambilan keputusan BPD. Penelitian ini mempergunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dalam proses rekrutmen anggota BPD ternyata telah memenuhi kriteria teori representatif dengan pola atau tipe hubungan pertanggung jawaban politik antara BPD dengan masyarakat cenderung ke arah politico. Keberadaan BPD memiliki peranan yang sangat signifikan, dengan kedudukan sebagai lembaga legislatif di desa sangat menentukan dalam proses pengambilan keputusan melalui fungsi-fungsi yang dilaksanakan. Fungsi-fungsi itu meliputi fungsi legislasi, fungsi penganggaran dan fungsi pengawasan. Ketiga fungsi itu secara umum dapat dilaksanakan dengan baik, walaupun penuh dinamika sebagai aktualisasi dari berbagai perbedaan kepentingan. Namun pada akhirnya mampu membungkus dinamika tersebut menjadikan suatu proses pembelajaran berdemokrasi di tingkat desa. Setelah diidentifikasi terdapat aspek-aspek yang ikut mempengaruhi kemampuan BPD dalam menjalankan fungsinya. Diantaranya adalah aspek internal kelembagaan yaitu aspek individu yang meliputi kualitas anggota yang didukung oleh tingkat pendidikan formal dan pengalaman politik serta berorganisasi, dukungan staf yang memiliki keahlian serta figur dan ketokohan ketua BPD. Aspek lainnya adalah aspek eksternal yaitu dukungan di luar kelembagaan BPD seperti ketersediaan instrumen secara jelas, hubungan kemitraan dengan kepala desa dan dukungan dari masyarakat baik kelembagaan maupun perorangan serta dukungan keuangan. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki ternyata BPD dapat dijadikan wahana pembelajaran politik di tingkat desa. Akan tetapi perlu terus ditingkatkan kinerja anggota BPD dan dorongan yang nyata dari pemerintah Kabupaten Karawang untuk lebih memberdayakan BPD baik secara kelembagaan maupun personal keanggotaan, serta pengawasan dari masyarakat sebagai konstituen.
The existence of village representative body (Badan Perwakilan Desa, as known as BPD) as functioning as countryside parliament give a new hope in institutinalising democratic governance at the grass root level. This new intitution is expected to represent the society aspiration. This thesis identify role of BPD as countryside parliament. Utilized theorys include ; the terms of democracy, theory of politics representative system, the role of BPD, politic institutional building and the decision-making processes at the grass root level. This research use qualitative method with descriptive research type. Its data collecting technique use circumstantial interview technique, documentation and observation. The recruitment of members of BPD in the reality have fulfilled theory criterion of representative democracy in which the type of political accountability between BPD and the society tend to up at politico. BPD have very role of significant as legislative institution determining in course of decision making through the functions cover of legislation, budgeting and controlling. Third of those functions generally can be executed better, although the process is full of differences interest but it seem as a political dynamic. And at the end can reduce those various differences to get some learning as part of democracy. After the identification process, there are aspects which follow to influence ability of BPD in running its function. First, internal institution aspect, that is individual aspect such as human resource which measure by educational background, political and organization experiences, staff support owning membership and leadership. Second, External aspects, such as rule of law, the relationship with the head of village government and also the support from the society. By the strengthness and the weakness, BPD is expected to become political institutional building and democratic learning for the sosiety, especially for the grass root level. But, it is still need some commitment to improve the performance of BPD which supported by the Government of Karawang Region and also the public controll as the constituent.
Kata Kunci : Badan Perwakilan Desa,Pengawasan dan Penganggaran, Legislation; Budgeting; Controling.