Aktivitas Antibakteri dan Kualitas Biofilm Fermentasi Kombucha Salak Bali (Salacca edulis Reinw) dan Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) terhadap Pseudomonas aeruginosa
AUDY SYAVANOVA, Prof. Dr. Endah Retnaningrum, S.Si., M.Eng.
2024 | Skripsi | BIOLOGI
Salak
bali merupakan komoditas pulau Bali yang memiliki rasa asam dan sepat, sehingga
kurang disukai konsumen. Nilai ekonomi salak bali dapat ditingkatkan dengan
pembuatan olahan fermentasi kombucha yang memiliki rasa segar dan menyehatkan
karena memiliki sifat antibakteri.
Penambahan daun pandan pada kombucha salak bali diharapkan dapat
meningkatkan kualitas kombucha. Diberikan perlakuan tiga variasi jumlah salak
bali dan daun pandan yaitu variasi 1, 2, dan 3 dengan masing-masing jumlah
salak 250 g, 300 g, dan 350 g dan jumlah
daun pandan 50 g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat organoleptik,
aktivitas fermentasi, aktivitas
antibakteri, dan kualitas biofilm kombucha salak bali dan daun pandan dengan variasi
yang telah ditentukan. Aktivitas fermentasi diamati berdasarkan perubahan persentase
asam asetat, nilai pH, dan total gula. Persentase asam asetat diukur dengan
metode titrasi dan total gula diukur dengan metode spektrofotometri. Aktivitas
antibakteri diujikan terhadap bakteri patogen Pseudomonas aeruginosa dengan metode disk diffusion. Setelah fermentasi selama 14 hari didapatkan
hasil bahwa sifat organoleptik paling baik dimiliki oleh variasi 2 karena
memiliki rasa, aroma, warna, dan viskositas yang disukai oleh panelis. Variasi
3 memiliki aktivitas fermentasi paling baik dibandingkan variasi 1 dan 2 dengan
kadar asam asetat, nilai pH, dan total gula masing masing sebesar 0,164%;
2,903; dan 22,227%. Aktivitas antibakteri kombucha salak bali dan daun pandan
dengan variasi 2 dan 3 lebih baik dibandingkan variasi 1. Serta kualitas
biofilm paling baik dimiliki oleh variasi 3 dengan berat 66,843 g.
Salak
bali is a commodity of the island of Bali that has a sour and astringent taste,
making it less preferred by consumers. The economic value of salak bali can be
increased by making kombucha fermentation preparations that have a fresh and
healthy taste because they have antibacterial properties. The addition of pandan leaves to salak bali
kombucha is expected to improve the quality of kombucha. Three variations of
the amount of salak bali and pandan leaves were given, namely variations 1, 2,
and 3 with each amount of salak 250 g, 300 g, and 350 g and 50 g pandan leaves.
This study aims to determine the organoleptic properties, fermentation
activity, antibacterial activity, and biofilm quality of kombucha of salak bali
and pandan leaves with predetermined variations. Fermentation activity was
observed based on changes in acetic acid percentage, pH value, and total sugar.
Acetic acid percentage was measured by titration method and total sugar was
measured by spectrophotometric method. Antibacterial activity was tested
against pathogenic bacteria Pseudomonas aeruginosa by disk diffusion method.
After fermentation for 14 days, it was found that the best organoleptic
properties were owned by variation 2 because it had a taste, aroma, color, and
viscosity that was liked by the panelists. Variation 3 has the best
fermentation activity compared to variations 1 and 2 with acetic acid content,
pH value, and total sugar of 0.164%; 2.903; and 22.227%, respectively. The
antibacterial activity of kombucha salak bali and pandan leaves with variations
2 and 3 is better than variation 1. And the best biofilm quality is owned by
variation 3 with a weight of 66.843g.
Kata Kunci : kombucha, salak bali, pandan, biofilm