Laporkan Masalah

Model dinamika perencanaan pangan komoditas beras berdasarkan kesesuaian sumberdaya wilayah :: Studi kasus Dolog D.I. Yogyakarta

MODJO, Ardiyanto Saleh, Ir. Tri Purwadi, M.Eng

2004 | Tesis | S2 Teknik Pertanian

Komoditi pangan beras adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia umumnya. Oleh sebab itu harus tetap tersedia sesuai jumlah penduduk yang dinamis sebagai konsumen. Petani sebagai produsen harus dapat memproduksi gabah yang nantinya dikonversi menjadi beras. Pedagang sebagai mata rantai pendistribusian dan pemerintah mengawasi serta mengontrol ketersediaan komoditi pangan beras mutlak menentukan keamanan pangan dalam wilayah tertentu. Wilayah yang akan dijadikan populasi penelitian adalah D.I. Yogyakarta, Provinsi D.I. Yogyakarta. Agar model dapat diandalkan, dipilih salah satu skenario; KUD dan Non-KUD dapat menyerap langsung beras petani dan tidak ada penurunan prosentasi penyerapan beras petani Provinsi D.I. Yogyakarta per bulan untuk lima tahun ke depan. Hasil simulasi tingkat ketersediaan pangan aktual per orang bulan Februari sampai April (10,77 – 14,76 kg beras/orang/bulan) lebih tinggi dari tingkat ketersediaan pangan per orang per bulan (8,54 kg beras/orang/bulan). Namun menunjukkan kecenderungan menurun karena terjadi alih fungsi lahan sawah. Sementara bulan Januari, Mei sampai Desember (2,15 – 7,91 kg beras/orang/bulan) di bawah dari tingkat ketersediaan pangan per orang per bulan (8,54 kg beras/orang/bulan) juga menunjukkan kecenderungan menurun. Sehingga harga pasar berangsur-angsur naik.

Commodity of rice Food is one of fundamental requirement of Indonesia society generally. On that, account having to remain to be available according to dynamic resident amount as consumer. Farmer as producer have to can produce the shell of rice which is later converted to become the rice. Merchant as distribution link and governmental observe and control the availability of absolute rice food commodity determines the food security in certain region. Region to be by a research population is D.I. Yogyakarta, Province D.I. Yogyakarta. To be certifiable model, selected by one of scenario; direct permeable KUD and Non-KUD of farmer rice and they are no degradation of percentage of absorption of rice of farmer of Province D.I. Yogyakarta per month to five-years forwards. Result of simulation mounts the availability of food actual per people of month February until April (10.77 – 14.76 kg of rice/people/month) higher from level of availability of food per people per month (8.54 kg of rice/people/month). However, show the downhill tendency because happened to displace the function of rice field farm. For a while January month, May until December (2.15 – 7.91 kg of rice/people/month) under from level of availability of food per people per month (8.54 kg of rice/people/month) also showed the downhill tendency. Therefore, that gradual market price goes up.

Kata Kunci : Sistem Dinamik, Ketersediaan Pangan, Perencanaan Pegembangan Pangan Wilayah, Dynamic System, Availability of Food, Regional Planning Developing of Food


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.