Laporkan Masalah

Usaha tani karet rakyat di kecamatan Muara Bulian kabupaten Batanghari propinsi Jambi

Uminani Agustinah, Drs. St. M. Tohardi

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui penerapan teknik usaha tani karet intensif, produksi, tenaga kerja dan pendapatan dari usaha tani karet rakyat di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari Propinsi Jambi. Pemilihan desa dan kelurahan sampel didasarkan pada jarak desa dan kelurahan terhadap lokasi Perkebunan Inti Rakyat (PIR), yang diklasifikasikan menjadi 3 klas yaitu jarak kurang dari 10 km atau dekat, jarak antara 10-20 km atau sedang dan jarak lebih dari 20 km atau jauh. Desa Rantau Puri dipilih sebagai desa yang mewakili desa-desa yang berjarak kurang dari 10 km, Kelurahan Sridadi mewakili desa-desa yang berjarak antara antara 10-20 km dan Desa Serasah mewakili desa-desa yang berjarak lebih dari 20 km. Dari masing-masing desa dan kelurahan sampel diambil responden sebanyak 15 persen dari jumlah petani karet rakyat yang ada di desa dan kelurahan sampel, yang semuanya berjumlah 81 responden. Kecamatan Muara Bulian mempunyai luas wilayah 319.060 hektar, terdiri dari 40 desa dan 4 kelurahan. Di Kecamatan Muara Bulian terdapat areal tanaman karet rakyat seluas 67.913 hektar atau 88,84 persen dari luas areal tanaman karet di Kecamatan Muara Bulian, dengan jumlah petani karet sebanyak 11.581 kepala keluarga. Pada umumnya, petani karet rakyat di Kecamatan Mua- Bulian masih mengusahakan karetnya secara tidak intensif yaitu secara tradisional. Dari 3 desa penelitian, hanya 23,46 persen saja jumlah petani yang mengusahakan karetnya secara intensif, yaitu sebanyak 13,58 persen di Desa Rantau Puri, 8,65 persen di Kelurahan Sridadi dan 1,24 persen di Desa Serasah. Dari hasil penelitian ternyata bahwa produksi per hektar tanaman karet yang diusahakan secara intensif lebih kecil daripada produksi per hektar tanaman karet yang diusahakan secara tidak intensif. Hal ini tanpa memperhatikan jumlah pohon per hektar, unur tanaman dan intensitas penyadapan, dimana di daerah penelitian ditemukan bahwa umur tanaman karet yang diusahakan secara intensif masih muda-muda, jumlah pohon per hektar dan intensitas penyadapan lebih kecil. Namun jika dilihat produksi per pohon, ternyata produksi tanaman karet in- tensif jauh lebih besar daripada produksi tanaman karet tidak intensif. Dari segi tenaga kerja, usaha tani karet intensif membutuhkan tenaga kerja yang lebih kecil daripada usaha tani tidak intensif ternyata kebutuhan tenaga kerja pada usaha tani karet intensif lebih kecil daripada kebutuhan tenaga kerja pada usaha tani karet tidak intensif. Jadi secara keseluruhan usaha tani karet intensif lebih menguntungkan daripada usaha tani karet tidak intensif. Pendapatan yang diperoleh petani dari usaha tani karet rakyat di daerah penelitian dapat mencukupi kebutuhan hidup minimum keluarga petani, tetapi belum mencapai target minimum yang menjadi sasaran Repelita

-

Kata Kunci : Usaha tani karet,Tanaman karet, Kecamatan Muara Bulian, Batanghari,Jambi

  1. S1-1991-2876-Uminani_Agustinah-abstract.PDF  
  2. S1-1991-2876-Uminani_Agustinah-bibliography.PDF  
  3. S1-1991-2876-Uminani_Agustinah-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1991-2876-Uminani_Agustinah-title.PDF