Fertilitas di kecamatan Jatinom menurut perbedaan sosial ekonomi
Umi Ratih Santoso, Drs. Kasto, M.A.
1982 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui fertilitas di Kecamatan Jatinom menurut perbedaan sosial ekonomi, Variabel—variabek sosial ekonomi dibatasi pada pendidikan, matapencaharian pokok, perkawinan, kegiatan isteri,dan pandangan terhadap usaha-usaha membatasi kelahiran, Diharapkan hasil penelitian ini dapat dipergunakan untuk perencanaan maupun keperluan perhitungan perbaikan fasilitas sosial ekonomi dan perkembangan penduduk, terutama dalam hubungannya dengan fertilitas, Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir semua wanita usia reproduktip status kawin, pernah mendengar atau mengetahui tentang keluarga berencana, dan 39 persen menyatakan setuju, dari yang setuju 41,2 persen menjadi akseptor. Bagi yang belum melaksanakan, sebagian besar menyatakan akan melaksanakan, terutama pada wanita muda yaitu usia 15 ~ 54 tahun, persentase yang aken melaksanakan tinggi. Ditinjau dari variabel-variabel Sosial ekonomi yang mempengaruhi tingkat fertilitas, dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: disatu pihak terdapat variabel-variabel yang tidak begitu nyata pengaruhnya terhadap fertilitas, seperti variabel pendidikan dan matapencaharian pokok suami. Dilain pihak terdapat beberapa variabel yang berpengaruh kuat terhadap fertilitas yaitu umur perkawinan pertama, lama perkawinan dan pengalaman bekerja wanita, Akan tetapi berdasarkan rata-rata jumlah anak yang dianggap ideal (baik) dalam satu keluarga adalah 4,1 angka ini lebih tinggi daripada rata-rata jumlah anak yang masih hidup yang besarnya 3,2. Dari keadaan ini dapat diperkirakan bahwa dimasa yang akan datang tingkat fertilitas akan cenderung meningkat
-
Kata Kunci : Fertilitas,Jatinom,Klaten,Jawa Tengah