Pengalaman Single Mothers di Bali: Antara Stigmatisasi dan Negosiasi
ARASTY ANIS SUKMA, Milda Longgeita Br. Pinem, S.Sos., M.A., Ph.D.
2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Dalam kehidupan bermasyarakat, masih ditemukan diskriminasi kepada suatu gender tertentu yaitu perempuan. Diskriminasi tersebut merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh kultur patriarkis. Skripsi ini membahas mengenai kehidupan perempuan single mothers. Kultur patriarkis yang memunculkan stigma dan diskriminasi terhadap perempuan juga ditemukan telah menjadi tantangan bagi identitas single mothers. Sebagai pihak yang diopresi, kehidupan dari para single mothers di tengah-tengah kultur patriarkis ini menjadi bahasan yang menarik untuk diperdalam. Dengan melihat kultur patriarkis yang mengakar pada adat dan budaya tetapi memliki pengaruh pada seluruh masyarakat, Bali menjadi lokasi penelitian yang cocok untuk melihat pengaruh dari kultur tersebut. Pengalaman hidup perempuan single mothers dalam penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan feminist standpoint yang memprioritaskan pandangan mereka terhadap suatu fenomena berdasarkan pengalaman, latar belakang, serta hubungan mereka dengan fenomena tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif studi kasus dengan interview mendalam sebagai teknik pengumpulan data utamanya. Dalam penelitian ini, informan yang diambil sebanyak tujuh orang yang terbagi dalam dua kategori: single mothers dan anaknya. Dari penelitian ini terdapat pengalaman stigmatisasi sekaligus menghadirkan negosiasi yang dilakukan oleh para single mothers. Beberapa temuan tersebut sebagai berikut. Pertama, negosiasi dan stigma terkait dengan diri sendiri. Kedua, relasi mereka dengan buah hatinya. Ketiga, respon mereka terhadap keluarga. Keempat, stigmatisasi di tengah-tengah masyarakat. Terakhir, pengalaman mereka sebagai seorang single mother di Bali. Setelah dianalisis dengan teori feminist standpoint, ditarik dua bahasan besar dari temuan-temuan tersebut. Dua bahasan tersebut yaitu single mothers menghadapi stigma di tengah budaya patriarki serta bagaimana mereka melakukan negosiasi terhadap budaya patriarki untuk kepentingan diri mereka sendiri dengan strategi-strategi mereka sendiri. Penelitian ini diakhiri dengan saran serta rekomendasi.
Discrimination based on gender is still prevalent in our society today, and it is one of the products of patriarchal culture. This thesis will discuss the experience of single mothers and how patriarchal culture is the root of stigma and discrimination towards women, which also presents challenges to single mothers' identities. As the oppressed, single mothers' lives are an interesting topic to explore. Patriarchal culture is rooted in customs and cultures, and it affects the entire population. Bali is a suitable location for researching the impact of culture. In this thesis, we will explain single mothers' life experiences using the Feminist Standpoint theory, which prioritizes their views of certain phenomena based on their experience, background, and their relationship with the phenomenon itself.
For data collection, this research uses a qualitative approach and case studies with in-depth interviews as the main collecting technique. Seven informants provided information, divided into two categories: single mothers and their kin. The study found that single mothers experienced stigmatization and subsequently negotiation was done by them. Some of the findings are as follows. First, negotiations and stigma related to self. Second, their relationship with their children. Third, their response to family. Fourth, stigmatization in society. Lastly, experience as a single mother in Bali. After being analyzed with feminist standpoint theory, two major topics are drawn from these findings. These topics are single mothers facing stigma amid patriarchal culture and how they negotiate patriarchal culture for their interests with their strategies. This research ends with suggestions and recommendations.
Kata Kunci : single mothers, kultur patriarkis, pengalaman hidup, stigma, negosiasi