Laporkan Masalah

Pengaruh populasi kacang tanah dan varietas wijen terhadap pertumbuhan gulma dan hasil tanaman dalam sistem tumpangsari

RATNANINGSIH, Endah, Dr.Ir. Djoko Prayitno, MSc

2004 | Tesis | S2 Agronomi

Percobaan lapang ini bertujuan untuk melihat pengaruh populasi kacang tanah dan varietas wijen terhadap pertumbuhan gulma dan hasil tanaman dalam sistem tumpangsari. Percobaan dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2003 di kebun UPTD Balai Pengembangan dan Promosi Agribisnis Perbenihan Tanaman Pangan seksi Pengembangan Perbenihan Tanaman Palawija Gading, Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian faktorial 5 x 2 yang disusun secara Split Plot dengan 3 ulangan. Sebagai main plot adalah perlakuan varietas wijen (V) yang terdiri dari 2 varietas yaitu varietas Sumberejo 1 (V1) dan varietas Sumberejo 2 (V2) , sedangkan sebagai sub plot adalah proporsi tanaman wijen dan tanaman kacang tanah terdiri dari 5 level yaitu 100 % wijen + 0% kacang tanah (P0) , 100 % wijen + 25% kacang tanah (P1), 100 % wijen + 50% kacang tanah (P2), 100 % wijen + 75% kacang tanah (P3) dan 0 % wijen + 100% kacang tanah (P4). Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi pertumbuhan gulma, pertumbuhan dan hasil tanaman serta efisiensi pertanaman tumpangsari. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (Analysis of variance) selanjutnya beda nyata diuji dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan: (1) populasi kacang tanah mampu menekan pertumbuhan pada umur 5 minggu tetapi tidak mengubah dominansi dan komposisi gulma; 2) Keberadaan kacang tanah tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil wijen; (3) Penyisipan tanaman kacang tanah sebesar 75 % dari monokultur pada pertanaman wijen varietas Sumberejo 2 memberikan nilai NKL (LER) tertinggi 1,333 dan nilai ATER tertinggi 1,290.

The objective of this study was to determine the effect of different population of groundnut as secondary crop under intercropping system with two different type of sesame varieties, on reducing weed and on growth and yield of both crops which gave the highest LER and ATER at Secondary Crop Development Experiment Station Playen sub district, Gunung Kidul district. A 5 x 2 factorial experiment, arranged in split plot design was used in this research. The first factor (sub plot) was sesame and groundnut population (P) consisting of five levels based on additive series method: (P0) 100 % sesame + 0 % groundnut, (P1) 100 % sesame + 25 % groundnut, (P2) 100 % sesame + 50 % groundnut, (P3) 100 % sesame + 75 % groundnut and (P4) 100 % groundnut. Variety of sesame (main plot) as second factor (V) consisted of two levels: (V1) Sumberejo 1 variety and (V2) Sumberejo 2 variety. The observations included weed, sesame and groundnut and yield efficiency of intercropping. Analysis of variance (ANOVA) was used for all data observed and was followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to prooft the significan among treatment means at 5 %. Regresion analysis was conducted to find out the optimum population of groundnut influenced the yield of sesame. The results of this study showed that firstly intercropping resulted no changed on weed composition at 3 and 5 weeks after planting but weed biomass was decreasing at 5 weeks after planting. Secondly, groundnut population had no effect on growth and yield of sesame. Thirdly, intercrop Sumberejo 2 variety groundnut population at 75 % gave the highest LER (1,333) and ATER (1,290).

Kata Kunci : Tumpangsari Kacang Tanah dan Wijen,Gulma dan Hasil Tanaman, sesame, groundnut, population ,weed and intercropping


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.