Laporkan Masalah

KEBIJAKAN AKTIVISME PERTAHANAN JEPANG DALAM MERESPON ANCAMAN KEAMANAN DI KAWASAN ASIA TIMUR

HAFIDZ KUSUMA JAKTI, Dr. Dafri Agussalim, M.A.

2024 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini mengenai respon Jepang terhadap ancaman yang terus meningkat di Kawasan Asia Timur terutama Korea Utara dan Cina melalui kebijakan pertahanannya. Permasalahan sentral penelitian berfokus pada alasan Jepang mengambil langkah aktivisme dalam merespon ancaman keamanan tanpa melakukan perubahan terhadap Pasal 9 Konstitusinya yang selama ini telah menahan Jepang untuk kembali menjadi negara “normal.” Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsep two-level game dalam kebijakan luar negeri dengan menganalisis faktor domestik dan internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa Jepang berusaha untuk menyeimbangkan tekanan internasional dan domestik dengan mengambil tindakan aktif dalam merespon ancaman keamanan namun secara formal tetap mempertahankan Pasal 9 Konstitusi Jepang 1947. 

This research examines Japan's response to the escalating threats in the East Asian region, particularly from North Korea and China, through its defense policies. The central issue of the research focuses on Japan's rationale for adopting an activist approach to address security threats without amending its Article 9 Constitution, which has historically restrained Japan from reverting to a "normal" state. Employing the concept of the two-level game in foreign policy, the study analyzes both domestic and international factors. The findings indicate that Japan seeks to balance international and domestic pressures by taking active measures to address security threats while formally maintaining Article 9 of the Japanese Constitution of 1947. 

Kata Kunci : Kebijakan Pertahanan, Cina, Korea Utara, Pasal 9, Konstitusi, Keamanan, Pasifisme/pasifis

  1. S1-2024-459763-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459763-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459763-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459763-title.pdf