Pengaruh frequensi pemberian air dan takaran bahan organik terhadap sifat-sifat tanah dan pertumbuhan kacang tunggak di tanah pasir pantai Bugel Kulon Progo
SARIE, Haryatie, Dr.Ir. Abdul Syukur, SU
2004 | Tesis | S2 Ilmu TanahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran bahan organik, frekuensi penambahan air dan interaksinya terhadap: 1) sifat-sifat tanah pasir pantai 2).pertumbuhan dan hasil kacang tunggak. Hipotesis yang diajukan adalah kombinasi perlakuan antara bahan organik 30 ton/ha (O3) dan frekuensi penambahan air 1 hari sekali (L1) menghasilkan sifat-sifat tanah pasir dan produksi kacang tunggak yang lebih baik. Penelitian ini merupakan percobaan pot dengan rancangan acak lengkap factorial yang terdiri atas dua faktor dan tiap-tiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Faktor dan aras yang digunakan yaitu faktor I :takaran pupuk kandang ayam(O),terdiri atas tiga takaran yaitu:O1=10 ton/ha,O2=20 ton/ha,O3=30 ton/ha.Faktor II: frekuensi penyiraman (L) terdiri atas:L1=penyiraman 1 hari sekali,L2=penyiraman 2 hari sekali dan L3=penyiraman 4 hari sekali. Penyiraman dilakukan sampai mencapai kadar lengas=1/2 (pF0-pF2,54). Analisa data hasil penelitian menggunakan analisis varian (sidik ragam) dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan O2L2 (O2=20 ton/ha,L2=penyiraman air 2 hari sekali) adalah perlakuan terbaik karena memberikan hasil tanaman kacang tunggak terbaik (berat basah biji, berat basah trubus dan berat kering trubus) dan sifat-sifat tanah (KPK,BV, porositas tanah, nitrogen tanah).
The objective of the research was to study the effect of watering frequency and manure rate interaction on soil properties and kacang tunggak growth on coastal sandy soil. In This research, a pot experiment was done in a green house of soil Science Department, Agriculture Faculty, Gadjah Mada University. The experiment was arranged in factorial completely randomized design with two factors, namely three levels of manure rate (10, 20 and 30 ton/ha) and three levels of watering frequency (once during a day, once during two days and once during four days). Each combination of treatment was replicated three times. The result showed that the combination of treatment O2L2 (O2=20 ton/ha,L2=once during two days) was the best treatment because gave the highest yield of kacang tunggak (wet weight of seed, wet weight of plant tissue, dry weight of plant tissue) and properties of soil( CEC, BV, porocity of Soil, soil nitrogen).
Kata Kunci : Tanah Pasir Pantai,Sifat Tanah,Pemberian Air dan Bahan Organik, Organic matter, Kacang Tunggak, water, Properties of Sand Soil