Pengaruh Biofeedback (Pengukuran Kebugaran) Terhadap Motivasi Beraktivitas Fisik Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
DIAN SARI CANDRA KUSUMAWARDANI, dr. Rakhmat Ari Wibowo, M.Sc. ; Dr. dr. Rahmaningsih Mara Sabirin, M.Sc. ; dr. Rachmadya Nur Hidayah, M.Sc., Ph.D.
2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penunjang kesehatan seseorang selain konsumsi makanan sehari-hari. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia prevalensi remaja berusia 15-19 tahun yang tidak melakukan aktivitas fisik mencapai 49,6%. Menurut teori determinasi diri, aktivitas fisik seseorang dipengaruhi oleh motivasi diri baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Menunjukkan data biologis personal kepada seseorang untuk memotivasi dan mengubah perilakunya merupakan salah satu teknik yang sudah sering dilakukan. Dalam melakukan aktivitas fisik, umpan balik respon biologis seseorang dapat diberikan dengan memberikan informasi ketahanan jantung paru dan kekuatan otot. Sebuah studi RCT telah membuktikan bahwa pemanfaatan biofeedback meningkatkan perilaku diet. Namun, pengaruh biofeedback secara umum, maupun secara khusus berupa umpan balik tingkat kebugaran, dalam meningkatkan motivasi, termasuk motivasi dalam beraktivitas fisik, belum dibuktikan.
Physical activity is one of the factors supporting a person’s health, in addition to daily food consumption. According to data from the Indonesian Ministry of Health, the prevalence of teenagers aged 15-19 years who do not engage in physical activity reaches 49.6%. According to self-determination theory, a person’s physical activity is influenced by self-motivation, both intrinsic and extrinsic motivation. Showing personal biological data to someone to motivate and change their behavior is a technique that has often been done. In doing physical activity, feedback on a person’s biological response can be given by providing information on cardiorespiratory endurance and muscle strength. An RCT study has proven that the use of biofeedback improves diet behavior. However, the influence of biofeedback in general, and specifically in the form of fitness level feedback, in increasing motivation, including motivation in physical activity, has not been proven.
Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Teori Determinasi Diri, Motivasi, Kebugaran Jantung Paru, Kekuatan Otot, Mahasiswa, Biofeedback