Laporkan Masalah

Hubungan Aksesibilitas Layanan Kesehatan dengan Praktik Pengobatan Sendiri oleh Orang Tua Berdasarkan Data IFLS-5

ANISYA GABRIELI PUTRI DIANTY, dr. Braghmandita Widya Indraswari, M.Sc., Sp.A; dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D

2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Praktik pengobatan sendiri pada anak memiliki beberapa potensi keuntungan dan kerugian yang perlu diperhatikan karena memiliki risiko kerugian kesehatan bila tidak dilaksanakan dengan baik. Terdapat banyak faktor yang disebutkan memengaruhi praktik pengobatan sendiri oleh orang tua pada anak. 

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aksesibilitas layanan kesehatan dengan praktik pengobatan sendiri atau swamedikasi yang dilakukan oleh orang tua di Indonesia kepada anak-anak. 

Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif potong lintang dengan data sekunder yang didapatkan dari Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS-5) oleh RAND bekerja sama dengan Lembaga Demografi. Variabel aksesibilitas layanan kesehatan yang diuji adalah jarak tempuh, waktu tempuh, penggunaan asuransi kesehatan, dan domisili tempat tinggal terhadap praktik pengobatan sendiri yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak. Metode analisis data yang akan digunakan adalah secara deskriptif, uji asosiasi dengan chi-square, dan uji korelasi dengan spearman’s rho. 

Hasil: Didapatkan praktik pengobatan sendiri oleh orang tua pada anak berusia di bawah 15 tahun di 13 Provinsi di Indonesia cukup tinggi, yaitu 68,2%. Profil aksesibilitas layanan kesehatan responden memiliki variasi yang cukup tinggi. Dengan uji asosiasi chi-square didapatkan hanya variabel waktu tempuh dan domisili tempat tinggal yang berasosiasi secara signifikan dengan praktik pengobatan sendiri, yaitu sebesar 0,044 (p<0>

Kesimpulan: Aksesibilitas layanan kesehatan memiliki hubungan dengan praktik pengobatan sendiri yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya

Background: The practice of self-medication in pediatric populations carries inherent advantages and disadvantages, necessitating meticulous consideration due to the potential deleterious health consequences that may arise from inadequately executed actions. Numerous factors have been cited as influencing self-medication practices in the context of children.

Research Objective: The primary aim of this investigation is to examine the relationship between the accessibility of healthcare services and self-medication practices by parental figures in Indonesia on behalf of their offspring.

Methodology: This research represents a cross-sectional quantitative inquiry, leveraging secondary data drawn from the Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS-5). The variables studied for healthcare service accessibility encompass spatial dimensions such as distance and travel duration, the utilization of health insurance provisions, and the domicile of residence in relation to the act of self-medication performed by parents for their children. Methodological tools enlisted for data analysis encompass descriptive analysis, statistical association examination, and correlation study.

Results: Parental caretakers practicing self-medication for children were prevalent at a rate of 68.2%. Healthcare accessibility among the respondents varied notably, with travel duration and domicile being the only statistically significant factors associated with self-medication, with p-values of 0.044 and 0.002, respectively. Residential location was the only variable that exhibited a statistically significant correlation, with a coefficient value of -0.060.

Conclusion: In summation, the accessibility of healthcare services bears an intricate and nuanced interrelation with the practices of self-medication enacted by parental custodians in the interest of their children.

Kata Kunci : praktik pengobatan sendiri, swamedikasi, aksesibilitas layanan kesehatan, anak-anak, IFLS-5

  1. S1-2023-455167-abstract.pdf  
  2. S1-2023-455167-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-455167-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-455167-title.pdf