Limbah cair industri kayu lapis dalam hubungannya dengan kualitas air sungai Barito di Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan
Trisna Aryanni, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc
2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANIndustri Kayu Lapis di sepanjang Daerah Pengaliran Sungai Barito Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala, dalam proses produksinya banyak menggunakan air dan zat-zat kimia sebagai bahan pembantu. Industri tesebut menghasilkan limbah cair yang terlebih dahulu diolah di Pengolahan Air Limbah sebelum dibuang ke perairan Sungai Barito. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah cair industri kayu lapis terhadap kualitas air Sungai Barito dan mengevaluasi kualitas air untuk diolah sebagai bahan baku air minum. Metode yang digunakan dalam penentuan titik pengambilan sampel adalah "Purposive Sampling". Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan hasil analisis sampel air terhadap Baku Mutu Air Golongan B. Pengaruh limbah terhadap kualitas air sungai dikaji dengan diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya air limbah industri kayu lapis di perairan Sungai Barito tidak menyebabkan penurunan kualitas air sungai. Parameter fisik yang penting dalam proses pengolahan kayu lapis menurut Keputusan Gubernur No. 58 Tahun 1994 Tentang Penggolongan dan Baku Mutu Air Limbah di Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan, seperti Temperatur, pH, TSS, TDS, DO, BOD. COD, dan Phenol masih berada pada ambang batas yang diperbolehkan. Hal ini disebabkan oleh besarnya debit Sungai Barito sehingga Sungai Barito mengalami perbaikan. Menurut Keputusan Gubernur No.28 Tahun 1994 tentang Penggolongan dan Baku Mutu Air Sungai di Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan, Air dari Sungai Barito dapat digunakan sebagai bahan baku air minum karena termasuk kedalam Golongan B.
The plywood industries along Barito River basin in sub district Tamban, District of Barito Kuala use water and several supporting chemical agents in a considerable amount in their production process. They certainly cause wastewater, which is treated in wastewater Treatment Installation before being disposed into Barito River and Martapura River. The research is aimed to determine effects of plywood industry wastewater towards Barito River water quality and to evaluate the quality of water, which is treated as drinking water material. The proposive sampling methode is applied in determining sample points evaluation is held by comparing result of sample analysis to Group B of Water Quality Standard. The wastewater influence towards water quality is analyzed with bar graphs. The result shows that the wastewaetr from plywood industries, which is disposed into Barito River basin, does not decrease the water quality of the river. Such important physical parameters involved in plywood processing, according to Governor Policy; Number 58 Year 1994; about The Grouping and Quality Standardization of wastewater in South Kalimantan Province, as temperature; pH; TSS; TDS; DO; BOD; COD and Phenol are below the allowable threshold. This is caused by the big discharge of Barito River that the River is recovered. Referring to Governor policy; Nimber 28 Year 1994; about The Grouping and Quality Standardization of water in South Kalimantan Province, to water of Barito River can be considerably used as material for drinking water because it is in the Group B
Kata Kunci : Kualitas air sungai,Limbah Cair industri kayu,Kalimantan Selatan,Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito