Laporkan Masalah

Strategi Resiliensi Buruh Harian Lepas Terhadap Upah Rendah (Studi Kasus Keluarga Buruh Harian Lepas Pabrik Kayu Barecore Cilacap)

HANIEKE SYAHLA MAGULAR, Prof. Bambang Hudayana M.A

2024 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Permasalahan pelik kerap datang dari sistem ketenagakerjaan di Indonesia. Permasalahan tersebut berpokok pada besaran upah yang diterima oleh buruh. Upah yang diharapkan oleh para buruh tidak hanya sekadar untuk menghidupi diri sendiri. Namun, upah ini diharapkan dapat menjadi penopang dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara layak. Pada kenyataannya, upah yang diterima seringkali tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Buruh harian lepas hanya menerima upah berkisar 40.000 – 70.000/harinya. Terlebih kebutuhan dan harga bahan-bahan pokok selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Melalui sistem pengupahan tentunya menjadi ancaman ketahanan bagi rumah tangga para keluarga buruh.

Studi ini membahas mengenai kerentanan yang dialami keluarga buruh serta strategi untuk menciptakan ketahanan. Melalui kajian antropologi ekonomi, ketahanan/resiliensi dimaknai sebagai kemampuan seseorang untuk mengatasi dan beradaptasi terhadap masa-masa sulit yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan kepada buruh PT Sabda Alam Prima Nusa yang memproduksi kayu lapis (barecore) di Cilacap. Penelitian ini melibatkan tiga keluarga buruh sebagai informan kunci. Pengumpulan data diperoleh melalui studi literatur, survei kuisioner, wawancara langsung dan observasi partisipan yang dimulai dari September 2023 - Januari 2024.

Hasil riset dan observasi lapangan menunjukan bahwa kerentanan yang dialami keluarga buruh dibedakan menjadi dua yaitu kerentanan kerja dan kerentanan ekonomi untuk memenuhi kewajiban sosial. Adapun untuk dapat bertahan hidup dari kerentanan, tiga keluarga buruh PT Sabda Alam Prima Nusa mengerahkan tiga strategi resiliensi yaitu strategi menambah penghasilan, strategi penghematan konsumsi dan strategi pemanfaatan modal sosial yaitu dengan memanfaatkan jaringan/hubungan dengan orang-orang terdekat. Melalui strategi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa setidaknya tiga keluarga buruh terus berupaya untuk menghidupi keluarganya dengan kerja ekstra dari diri mereka sendiri. Sedangkan jaringan keluarga, pertemanan dan tetangga yang mereka miliki dimanfaatkan untuk bertahan dalam waktu yang sekejap, bukan digunakan untuk kemajuan dalam meciptakan ekonomi mandiri yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

The intricate issues often arise from the labor system in Indonesia, primarily revolving around the wages received by workers. The expected wages by laborers are not merely to sustain themselves but are hoped to be sufficient to support their families adequately. In reality, the wages received often fail to meet
the daily living needs. Daily wage laborers only receive around 40.000 –70.000/day. Moreover, the needs and prices of essential goods consistently
increase from year to year. Through the wage system, it undoubtedly poses a threat to the household resilience of laborer families.

This study discusses the vulnerability experienced by laborer families and strategies to create resilience. Through economic anthropology research,
resilience is interpreted as an individual's ability to overcome and adapt to difficult times. This research was conducted among workers of PT Sabda Alam
Prima Nusa, which produces barecore in Cilacap. The study involved three laborer families as key informants. Data collection was obtained through literature
studies, questionnaire surveys, direct interviews, and participant observation conducted from September 2023 to January 2024.

The results of the research and field observations indicate that the vulnerability experienced by laborer families is divided into two categories: work
vulnerability and economic vulnerability to fulfill social obligations. To survive these vulnerabilities, the three laborer families of PT Sabda Alam Prima Nusa
employ three resilience strategies: increasing income, consumption-saving strategies, and utilizing social capital by leveraging networks/relationships with
close individuals. Through these strategies, it can be concluded that at least the three laborer families continue to strive to support their families with extra work
from themselves. However, the family networks, friendships, and neighbors they have are utilized to survive momentarily, rather than being utilized for progress in creating a more prosperous and sustainable independent economy.

Kata Kunci : Buruh Harian Lepas, Strategi Resiliensi, Kerentanan Ekonomi, Kerentanan kerja, Upah

  1. S1-2024-455910-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455910-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455910-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455910-title.pdf