Laporkan Masalah

EVALUASI PROSES DAN KESIAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA CIREBON

Akmal Amrullah, Ibu Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Dampak Covid-19 sangat besar dan berasa bagi semua wilayah. Pemerintah daerah diberikan mandat untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat daerah. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan daerah yang dilakukan harus memiliki tujuan yang bersesuaian dengan RPJPN 2025-2045 sebagai tujuan negara yang baru. Hal ini juga harus berjalan dengan selaras dan memiliki nilai berkelanjutan. Kota Cirebon sebagai PKN, Kota Transit, yang dilalui jalur pantura merupakan tempat strategis sebagai wilayah pelayanan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) harus mampu melayani masyarakat sekitarnya.

Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dan deduktif. Untuk mengetahui kondisi yang nyata di lokasi Kota Cirebon. Penelitian berfokus pada Perubahan RPJMD karena memiliki dampak paling terasa karena adanya Covid-19. Perencanaan pembangunan daerah dilihat berdasarkan proses saat ini dan kesiapan menghadapi masa depan, melalui metode CIPP. Pengumpulan data yang paling utama dilakukan adalah wawancara.

Ditemukan bahwa dari nilai proses, perencanaan pembangunan Kota Cirebon sudah mencapai nilai yang telah ditentukan. Walaupun, masih memiliki kekurangannya. Sementara dari segi kesiapan, Kota Cirebon juga dianggap siap untuk merencanakan masa depan. Secara umum, proses perencanaan pembangunan Kota Cirebon sudah dalam langkah awal yang baik.

Sementara itu, permasalahan yang sering ditemukan adalah masalah pendanaan dalam berbagai sektor, hal ini diperparah dengan kondisi Covid-19. Beberapa hal yang dapat mengatasi masalah ini adalah melakukan reformasi birokrasi dan pencarian pendanaan alternatif.

The impact of Covid-19 has been felt heavily by all regions. Local governments are mandated to improve the quality of life and well-being of their citizens. Therefore, regional development planning must be aligned with the RPJPN 2025-2045, which is the new national development plan. It must also be sustainable and aligned. Cirebon City, as a metropolitan city and a transit city located on the Pantura highway, is a strategic location that serves the Ciayumajakuning region (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). As such, it must be able to provide services to its surrounding communities.

This study used qualitative and deductive methods to understand the real conditions in Cirebon City. The focus of the study was on the revision of the RPJMD (Regional Medium-Term Development Plan), as it was the most affected by Covid-19. Regional development planning was assessed based on current Process and readiness for the future, using CIPP method. The main data collection method was interviews.

The study found that Cirebon City's regional development planning Process achieved the set values, albeit with some shortcomings. In terms of readiness, Cirebon City is also considered to be ready to plan for the future. In general, the process of regional development planning in Cirebon City is already on the right track.

One of the most common challenges is the lack of funding in various sectors, which has been exacerbated by the Covid-19 pandemic. Some potential solutions to this problem include bureaucratic reform and the search for alternative sources of funding.

Kata Kunci : covid, perencanaan, pembangunan, kesiapan, proses

  1. S1-2024-399830-abstract.pdf  
  2. S1-2024-399830-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-399830-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-399830-title.pdf