Laporkan Masalah

Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pengasuh Utama Pasien Anak dengan HIV AIDS (ADHA): Studi Potong Lintang

ASTY MULIA NURMADINA, Dr. dr. Rr. Ratni Indrawanti, Sp.A(K); dr. Braghmandita Widya Indraswari, M.Sc., Sp.A(K)

2024 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Sebagai penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, penanganan anak dengan HIV AIDS merupakan suatu proses yang kompleks. Keberhasilannya dipengaruhi oleh banyak peran, seperti peran anak, tenaga kesehatan, pengasuh, keluarga, dan masyarakat. Selain itu, dalam menjalani kehidupan sehari-hari, anak relatif bergantung pada peran orang lain untuk menjaga kesehatan dan mengurus dirinya. Beban penyakit HIV AIDS yang ditanggung oleh anak semakin meningkatkan kebutuhan anak terhadap dukungan dan keterlibatan dari pengasuh dalam upaya perawatan sehari-hari, peningkatan kepatuhan pengobatan, serta pencarian pengobatan. Tingkat pengetahuan, miskonsepsi, dan stigma yang diyakini pengasuh menjadi sangat penting karena dapat memengaruhi sikap dan perilaku pengasuh terhadap anak dengan HIV AIDS.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pengasuh utama anak dengan HIV AIDS di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi potong lintang. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari pengasuh utama anak dengan HIV AIDS di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terjangkau oleh Yayasan Victory Plus Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling.

Hasil: Dari 94 subjek yang diikutsertakan dalam penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 93,6% pengasuh memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai HIV AIDS pada anak, sebanyak 76,6% pengasuh memiliki sikap positif terhadap HIV AIDS pada anak, dan sebanyak 98,9% pengasuh memiliki perilaku positif dalam mengasuh anak dengan HIV AIDS. Namun, masih terdapat miskonsepsi bahwa ARV dapat menyembuhkan HIV pada anak (54,3%) dan menghilangkan virus HIV secara total dari tubuh anak (67,0%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian pengasuh masih menutup status HIV anak (48,9%).

Kesimpulan: Sebagian besar pengasuh utama anak dengan HIV AIDS di Daerah Istimewa Yogyaarta memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik dan positif terhadap HIV AIDS pada anak. Diperlukan adanya upaya sosialisasi kepada pengasuh untuk membenarkan miskonsepsi terkait ARV dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap orang dan anak dengan HIV AIDS.

Kata Kunci: anak dengan HIV AIDS, pengasuh utama, pengetahuan, perilaku, sikap

Background: As an incurable chronic disease, the treatment of children living with HIV AIDS is a complex process. Its success is influenced by many roles, such as the child, health workers, caregivers, families, and communities. In addition, in living their daily lives, children are relatively dependent on the role of others to maintain their well-being and take care of themselves. The burden of HIV AIDS disease increases the need for support and involvement from caregivers in daily care efforts, increasing treatment adherence and seeking treatment. The level of knowledge, misconceptions, and stigma believed by caregivers are essential because they influence the caregiver's attitudes and behavior toward children living with HIV AIDS.

Objective: This study aimed to determine the knowledge, attitudes and behavior level of primary caregivers of children living with HIV AIDS in the Special Region of Yogyakarta.

Methods: This study was a descriptive cross-sectional study. A questionnaire was used to collect data from primary caregivers of children living with HIV AIDS reached by Yayasan Victory Plus Yogyakarta that met inclusion and exclusion criteria. The sampling technique used was total sampling.

Results: Out of 94 subjects included in the study, the result showed that 93,6% of primary caregivers had good knowledge of HIV AIDS in children, 76,6% of primary caregivers had positive attitude towards HIV AIDS in children, and 98,9% of primary caregivers had positive behavior in caring children living with HIV AIDS. However, misconceptions, such as beliefs that ARV cures HIV (54,3%) and eliminates HIV from the child's body (67,0%), still exist. This study revealed that half of them still closed their child's HIV status (48,9%).

Conclusion: Most of the primary caregivers of children living with HIV AIDS in the Special Region of Yogyakarta had good and positive knowledge, attitudes and behavior toward HIV AIDS in children. Socialization efforts are needed to eliminate misconceptions related to ARVs as well as reduce community stigma towards people and children living with HIV AIDS.

Keywords: child living with HIV AIDS, primary caregivers, knowledge, behavior, attitude

Kata Kunci : anak dengan HIV AIDS, pengasuh utama, pengetahuan, perilaku, sikap

  1. S1-2024-461729-abstract.pdf  
  2. S1-2024-461729-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-461729-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-461729-title.pdf