Laporkan Masalah

Perencanaan Ngrajek Experience Edutourism Village Berbasis Masyarakat Dengan Konsep Agrominawisata

ELANG SATRIA LARASTIAN, Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T., IPU.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Desa Ngrajek merupakan salah satu desa wisata yang terletak dalam Kawasan Strategis Nasional Candi Borobudur, tepatnya berada di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Desa Ngrajek memiliki sumber daya air yang melimpah dengan budidaya ikan air tawar yang menjadi salah satu sentra pembibitan ikan air tawar terbesar di Jawa Tengah. Selain berbagai potensi tersebut, Desa Ngrajek memiliki permasalahan utama meliputi belum optimalnya pengembangan potensi sumber daya alam, rendahnya aksesibilitas wisatawan dalam menjangkau beberapa titik lokasi wisata, serta minimnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan pariwisata. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu perencanaan yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada sekaligus dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Desa Ngrajek. Perencanaan ini bertujuan untuk menyusun perencanaan kawasan wisata Desa Ngrajek dengan konsep agrominawisata melalui pengoptimalan sumber daya alam, peningkatan aksesibilitas, serta penambahan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pariwisata untuk mendukung terwujudnya desa wisata edukatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Pendekatan perencanaan yang dipakai dalam perencanaan ini berupa metode participatory planning, khususnya dengan model rapid rural appraisal. Pendekatan ini dipilih untuk meminimalisir gap antara desain rencana dengan keinginan masyarakat lokal di Desa Ngrajek, sehingga menjadi lebih relevan. Selain itu, perencanaan ini juga menggunakan metode analisis berupa gap analysis yang dapat membandingkan antara kondisi eksisting di lapangan dengan kondisi ideal. Metode perencanaan yang digunakan berupa metode scamper yang mengelaborasikan temuan dengan rencana untuk menciptakan gagasan baru, metode performance matrix untuk pemilihan alternatif rencana, serta metode cost benefit analysis (CBA) untuk menguji kelayakan perencanaan desa wisata. Pengembangan pariwisata di Desa Ngrajek direncanakan menggunakan konsep agrominawisata yang merupakan hasil elaborasi antara konsep agrowisata dan minawisata. Konsep perencanaan ini juga akan dielaborasikan dengan konsep educational tourism dan community based tourism yang berfokus pada komponen pariwisata atraksi, aksesibilitas, amenitas, aktivitas, dan ancillary. Elaborasi konsep perencanaan ini akan merujuk pada desain kawasan pedesaan (rural area design) sebagai batasan untuk mempertahankan kondisi pedesaan eksisting di Desa Ngrajek.

Ngrajek Village is one of the tourist villages located within the National Strategic Area of Borobudur Temple, precisely in the Mungkid District, Magelang Regency, Central Java. Ngrajek Village has abundant water resources with freshwater fish cultivation, which is one of the largest freshwater fish breeding centers in Central Java. In addition to these various potentials, Ngrajek Village faces main issues including the suboptimal development of natural resources, low accessibility for tourists to reach several tourist locations, and the lack of facilities and infrastructure to support tourism activities. Therefore, there is a need for planning that can address various existing problems while also developing the potentials possessed by Ngrajek Village. This planning aims to develop a tourism area plan for Ngrajek Village with an agromina-tourism concept through optimizing natural resources, improving accessibility, and adding facilities and infrastructure to support tourism activities to realize an educational tourist village that is competitive and sustainable.

The planning approach used in this planning is a participatory planning method, particularly with the rapid rural appraisal model. This approach is chosen to minimize the gap between the planned design and the desires of the local community in Ngrajek Village, making it more relevant. Additionally, this planning also uses analysis methods such as gap analysis to compare existing conditions in the field with ideal conditions. The planning methods used include the scamper method to elaborate findings with plans to create new ideas, the performance matrix method for selecting alternative plans, and the cost-benefit analysis (CBA) method to test the feasibility of the tourism village planning. Tourism development in Ngrajek Village is planned using the agromina-tourism concept, which is an elaboration of the agro-tourism and mina-tourism concepts. This planning concept will also be elaborated with educational tourism and community-based tourism concepts focusing on tourism components such as attractions, accessibility, amenities, activities, and ancillary. The elaboration of this planning concept will refer to the rural area design as a boundary to maintain the existing rural conditions in Ngrajek Village.

Kata Kunci : Agrominawisata, Desa Ngrajek, Pariwisata, Pedesaan

  1. S1-2024-456060-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456060-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456060-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456060-title.pdf