Pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi demografi terhadap beberapa tahap dalam siklus hidup kelaurga di desa Selopuro kecamatan Pitu kabupaten Ngawi
Wagiran, Dra. Riningsih Saladi, M.A.
1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian tentang siklus hidup keluarga belun banyak dilakukan terutama di Indonesia. Siklus hidup keluarga dapat menggambarkan perubahan dalam jumlah anggota, komposisi,, dan fungsi keluarga sepanjang hidup mereka. Dengan demikian pen- dekatan siklus hidup memungkinkan pengaruh Gabungan dari fer- tilitas, nupsialitas, dan latar belakang kebudayaan terhadap saat mulai dan lamanya tahap-tahap siklus hidup. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor sosial, ekonomi, dan demografi terhadap lama tahap-tahap sik- lus hidup keluarga terutama pada tahap tanpa anak dan tahap mempunyai anak. Daerah penelitian adalah Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngavi. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling, pemilihan responden dengan metode sampling ecak sederhana. Responden adalah wanita dengan sta- tus kawin, dan sudah mempunyai anak. Analisis data adalah tabel frekuensi dan tabel silang, sedangkan test statistik adalah kai kuadrat dan koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, tingkat pendidikan wanita rendah (40%) SD tidak tanat. Sebagian besar (93,45 %) bekerja sebagai bakul. Lama bekerja dari awal sampai saat penelitian rata-rata 14,67 tahun. Rata-rata usia kawin per- tama 16,04 tahun. Rata-rata jumlah saudara kandung 4,56 orang. Rata-rata jumlah anak lahir hidup 3.33 anak setiap wanita. Rata-rata tahap tanpa anak 1,96 tahun. Umur wanita saat kela hiran anak pertama adalah 19,31 tahun, dan saat kelahiran anak terakhir adalah 27,07 tahun. Rata-rata lama tahap mempunyai anak adalah 7,48 tahun. saat anak pertama meninggalkan rumah umur wanita 34,38 tahun. Pengaruh variabel sosial, ekononi, dan denografi terha- dap tahap-tahap siklus hidup adalah sebagai berikut: semakin tinggi tingkat pendidikan, usia kawin pertama, dan makin ba- nyak jumlah saudara kandung maka semakin pendek tahap tanpa anak, sedangkan makin lama bekerja makin panjang tahap tanpa anak. Semakin lama bekerja, makin tinggi indeks ekonom., ma- kin banyak mobilitas, dan makin banyak anak lahir hidup, ma- ka makin panjang tahap mempunyai anak, semakin tinggi ting kat pendidikan dan usia kawin pertama, maka semakin pendek tahap mempunyai anak. Wanita yang bekerja sebagai bakul meng alami tahap mempunyai anak lebih panjang dari wanita yang bekerja selain bakul. Makin tinggi indeks ekonomi keluarga, makin rendah usia wanita pada tahap meninggalkan rumah, dan makin banyak jumlah anak lahir hidup, makin tinggi usia pada tahap meninggalkan rumah.
-
Kata Kunci : Demografi;Situasi dan kondisi ekonomi,Pitu,Ngawi,Jawa Timur