Laporkan Masalah

Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Status Imunisasi Dasar Lengkap pada Balita di Kabupaten Sleman: Analisis Data HDSS Sleman

FAKHRISHA AULIYA PUTRI, dr. Braghmandita Widya Indraswari, M.Sc., Sp.A(K); Lastdes Cristiany Friday Sihombing, S.Gz., MPH.

2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang murah berupa pemberian vaksin sehingga terbentuk kekebalan terhadap suatu penyakit. Kelengkapan imunisasi dasar sangat penting bagi balita untuk mencegah penyakit, menurunkan angka mortalitas, dan morbiditas. Faktor sosiodemografi merupakan salah satu faktor yang berperan penting terhadap kelengkapan imunisasi dasar. Oleh karena itu, melalui data HDSS (Health Demographic and Surveillance System) Sleman, peneliti ingin mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan status imunisasi dasar lengkap pada balita di Kabupaten Sleman. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan status imunisasi dasar lengkap pada balita di Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan analisis data sekunder yang berlokasi di Kabupaten Sleman dengan desain cross-sectional yang menggunakan data dari HDSS Sleman siklus 4 dan 5. Data yang digunakan antara lain data sosiodemografi (usia, pekerjaan, pendidikan, wilayah tinggal, status sosial ekonomi) dan data imunisasi. Sampel yang dianalisis sejumlah 695 balita yang tinggal bersama orang tua pada siklus 5. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel untuk melihat karakteristik subjek dan analisis bivariabel menggunakan uji chi square dan melihat odds ratio. Hasil: Faktor sosiodemografi yang berasosiasi terhadap status imunisasi dasar balita adalah pendidikan dan pekerjaan ibu berdasarkan data HDSS Sleman. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Sleman menurut data HDSS adalah 87,9%. Sebagian besar alasan balita yang tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap adalah keluarga tidak mengizinkan. Terdapat 399 anak (57,4%) yang mengalami keluhan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) non serius dengan persentase tertinggi pada demam ringan sebanyak 376 anak (94%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor sosiodemografi berupa pendidikan dan pekerjaan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita berdasarkan data HDSS Sleman. 


Background: Immunization is a cost-effective public health intervention involving the administration of vaccines to establish immunity against a particular disease. Completing basic immunizations is crucial for toddlers to prevent diseases, reduce mortality and morbidity rates. Sociodemographic factors play a significant role in the completion of basic immunizations. Therefore, using data from the Health Demographic and Surveillance System (HDSS) of Sleman, the researchers aim to investigate the relationship between sociodemographic factors and the status of complete basic immunization among toddlers in Sleman Regency. Objective: To understand the relationship between sociodemographic factors and the status of complete basic immunization among toddlers in Sleman Regency. Methods: This study involves secondary data analysis conducted in the Sleman Regency, using a cross-sectional design with data from HDSS of Sleman cycles 4 and 5. The data utilized includes sociodemographic information (age, occupation, education, residential area, socioeconomic status) and immunization data. The sample analyzed consists of 695 toddlers living with their parents in cycle 5. Data analysis involves univariable analysis to assess subject characteristics and bivariable analysis using chi-square tests to examine odds ratios. Results: Sociodemographic factors associated with the status of basic immunization in toddlers are maternal education and occupation, based on HDSS of Sleman data. The coverage of complete basic immunization in Sleman Regency, according to HDSS data, is 87.9%. Most toddlers who do not receive complete immunization cite family refusal as the primary reason. There are 399 children (57.4%) who experienced non-serious Adverse Events Following Immunization (AEFI), with the highest percentage being mild fever in 376 children (94%). Conclusion: There is a relationship between sociodemographic factors such as maternal education and occupation and the completion of basic immunization in toddlers, as indicated by HDSS of Sleman data. 


Kata Kunci : balita, imunisasi dasar lengkap, sosiodemografi, HDSS Sleman

  1. S1-2023-455173-abstract.pdf  
  2. S1-2023-455173-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-455173-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-455173-title.pdf