Laporkan Masalah

Pengaruh Naungan dan Pemupukan terhadap Produktivitas Umbi Porang di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tenga

BADURA ADREANI, Prof. Dr. Suryo Hardiwinoto, M.Sc. ; Dr. Daryono Prehaten, S.Hut., M.Sc.,

2024 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Porang (Amorphophallus oncophyllus Pra?n) merupakan salah satu jen?s umb?-u?nb?an yang tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis. Pora??g ?ne?upakan komod?t? ekspor dengan nila? jual yang t?ngg? dan biasanya diekspor dalam bentuk Chip kering atau tepung. Tanaman porang tidak harus mendapatkan sinar matahar? langsung sehingga tana?nan ?ni banyak diken?bangkan dalam sistem pertana?nan agoforestri. Intensitas cahaya yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman porang. Pemupuka?? juga merupakan hal yang sangat be?pe??ga?uh terhadap pe?tu?nbuhan dan hasil tanaman porang. Penel?t?an ?ni bertujuan untuk melihat adanya pengaruh naungan. dos?s pupuk, dan ?nteraksinya terhadap pertumbuha?? dan hasil tana?nan porang. Tegakan jat? yang digunakan sebaga? penaung ben??nur 15 tahun dengan jarak tanam 3 m x 3 111.
Rancangan penel?t?an yang digunakan adalah split plot design dengan petak utama ben?pa perlakuan naungan ya?tu tanpa naungan (NO) dan dengan naungan jat? (X 1) serta anak petak be?upa pemupuka?? dengan kombinasi antara pupuk kandang dan pupuk NPK. ya?tu perlakuan kont?ol (tanpa pupuk (PO)). pupuk kandang 500 g (P?), pupuk NPK 15 g (P2), serta kombinasi pupuk kandang 500 g dan pupuk NPK 15 g (P3).
Hasil penel?t?an menunjukkan bal?wa adanya naungan jat? memberikan dampak yang lebih ba?k untuk pertumbuha?? dan hasil tana?nan porang. Pemberia?? pupuk organik dengan dos?s 500 gr serta pupuk anorganik 15 gr juga memberikan hasil yang terba?k terhadap pertumbuha?? dan hasil tanaman porang. Pengaruh ?nteraksi perlakuan adanya naungan serta pemberian dos?s pupuk organik 500 gr dan pupuk anorganik 15 gr akan me?nberikan dampak terbaik pada pertu?nbuhan serta hasil tana?nan porang be?upa tingg? tana?nan 66.4 cm, diameter tanaman 3.9 cm. jumlah daun sebanyak 43 hela?. ju?nlah katak sebanyak 7 buah  diameter katak 1,5 cm, tingg? umb? porang 8,4 cm, dian?eter umb? porang 12,8 cm, u?nb? basah sebesar 1,5 kg dan berat kermg sebesar 1,4 kg.

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain) is a type of tuber that grows in tropical and sub-tropical areas. Porang is an export commodity with a high selling value and is usually exported in the form of dry chips or flour. Porang plants do not have to receive direct sunlight so this plant is widely developed in agroforestry systems. The right light intensity can increase the growth and yield of porang plants. Fertilization is also something that has a big influence on the growth and yield of porang plants. This research aims to see the effect of shade, fertilizer dosage, and their interactions on the growth and yield of porang plants. The teak stands used as shade were 15 years old with a planting distance of 3 m x 3 m.

The research design used was a split plot design with the main plot in the form of shade treatment, namely without shade (N0) and with teak shade (N1) and sub plots in the form of fertilization with a combination of manure and NPK fertilizer, namely the control treatment (without fertilizer (P0)), 500 g manure (P1), 15 g NPK fertilizer (P2), and a combination of 500 g manure and 15 g NPK fertilizer (P3).

The results of the research show that the presence of teak shade has a better impact on the growth and yield of porang plants. Providing organic fertilizer at a dose of 500 grams and 15 grams of inorganic fertilizer also gives the best results for the growth and yield of porang plants. The interaction effect of shade treatment and the administration of a dose of 500 gr of organic fertilizer and 15 gr of inorganic fertilizer will have the best impact on the growth and yield of porang plants in the form of plant height of 66.4 cm, plant diameter of 3.9 cm, number of leaves of 43, number of frogs. 7 pieces, frog diameter 1.5 cm, porang tuber height 8.4 cm, porang tuber diameter 12.8 cm, wet tuber 1.5 kg and dry weight 1.4 kg.

Kata Kunci : Porang, agmforestri, pupuk organik, pupuk anorganik

  1. S1-2024-424045-abstract.pdf  
  2. S1-2024-424045-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-424045-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-424045-title.pdf