Penerbitan obligasi rekap sebagai upaya restrukturisasi hutang dalam praktek perbankan
WARDHANI, Indah Arie, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS
2004 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Hukum Bisnis)Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang Penerbitan obligasi rekap yang dilaksanakan oleh Pemerintah terhadap Bank-bank yang direkapitalisasi serta mengidentifikasi metode yang digunakan dalam pelaksanaan tersebut, faktor-faktor pendorong, sasaran yang akan dicapai dan hambatanhambatan yang ada. Penelitian ini dilaksanakan di Bank Indonesia cabang Yogyakarta. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan penelitian lapangan. Dilakukan juga wawancara dengan pejabat Bank Indonesia yang membidangi bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan hasilnya disajikan secara deskriptif-analisis. Peneletian ini didasarkan pada pendekatan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap Bank-bank yang direkapitalisasi diperlukan adanya suntikan dana dari Pemerintah agar dapat berdiri kembali dan kembali menjalankan fungsinya sebagai penyalur dana dari masyarakat. Untuk itu Pemerintah menerbitkan surat berharga berupa obligasi rekap yang ditempatkan dalam bank-bank tersebut untuk jangka waktu tertentu, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya restrukturisasi perbankan dan juga restrukturisasi hutang yang merupakan bagian dari penyehatan perbankan guna meningkatkan efisiensi dan produktifitasnya. Adapun sasaran yang diharapkan dari penerbitan obligasi rekap ini sebagai upaya penyelamatan perbankan yang telah melakukan penghapusbukuan secara besar-besaran adalah : untuk penyelesaian hutang, menambah modal saham bank. Ternyata dalam pelaksanaannya penerbitan obligasi rekap mengalami beberapa hambatan seperti : pembayaran obligasi yang telah jatuh tempo untuk dilunasi sementara Pemerintah juga harus melunasi hutang IMF, belum adanya ketentuan hukum tentang pelaksanaan obligasi rekap, kekhawatiran obligasi rekap sebagai masukan saham dari Pemerintah pada bank yang bersangkutan sehingga ada intervensi dari Pemerintah dalam sistem perbankan.
This research aim to obtain the understanding about the publication of recapitalization bond, executed by Government to banks which recapitilized and also to identify the method used in the execution, impeller factors, target to be reached and existing resistance. This research were conducted in Bank Indonesia, Yogyakarta branch. Data collecting methods were conducted through literature study and field research. And also interviewed with the Documentation and Law Information functionary of Bank Indonesia. The data obtained to be analysed qualitative and its results presented by descriptive-analysis. This research is relied on normatif approach. The result of this research indicate that to banks which were recapitalize, needed the existence of fund injection from Government, and that banks can stand up to return and back run its function as fund dealer from society. For that aim, Government publish the marketable securities in the form of recapitalization bond placed in the bank for the certain duration, as one of effort of banking restructuring as well as debt restructuring representing the part of healthy banking utilize to improve the efficiency and its productivity.As for target expected from recapitalization bond publication as effort of banking saving conducted the write off on a large scale are : to the solving of debt, adding capital stock of bank. In the reality in its execution, the publication of recapitalization bond have some resistance such as: obligation payment fallen due to be paid, whereas Government also have to pay the debt to IMF, the rule of law about recapitalization bond not yet existence, some worries about recapitalization bond as a share input from Government at banks, so that there is intervence from Government in banking system.
Kata Kunci : Hukum Perbankan,Penerbitan Obligasi Rekap,Restrukturisasi Utang,Recapitalization Bond, Debt Restructuring, Banking