Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Bedah Anak Kasus Hernia Inguinalis dan Hidrokel di RSA UGM dan RSUP Dr. Sardjito
RIZKIA GUSTIN NURUL FATIMAH, dr. Eko Purnomo, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K); dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D.
2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar
Belakang: Tujuan pemberian antibiotik profilaksis adalah mencegah terjadinya
infeksi daerah operasi (IDO). Pada pasien hernia inguinalis dan hidrokel,
insidensi terjadinya IDO sangat rendah. PPK RSA UGM dan RSUP Dr. Sardjito tidak
menyarankan pemberian antibiotik profilaksis pada kedua kasus tersebut, kecuali
pada hernia inguinalis strangulata/gangrene. Tetapi, tidak jarang klinisi tetap
memberikan antibiotik profilaksis kepada pasien. Oleh karena itu, perlu
dilakukan evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah
kasus hernia inguinalis dan hidrokel di RSA UGM dan RSUP Dr. Sardjito,
khususnya pasien bedah anak mengingat hernia inguinalis dan hidrokel cukup sering
terjadi pada anak-anak dan kedua rumah sakit tersebut adalah rumah sakit
pendidikan. Selain itu, perlu dicari faktor-faktor yang berhubungan dengan
ketidaktepatan penggunaan antibiotik profilaksis. Ketidaktepatan pemberian
antibiotik profilaksis dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan biaya
pengobatan meningkat.
Tujuan:
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis
pada pasien bedah anak kasus hernia inguinalis dan hidrokel di RSA UGM dan RSUP
Dr. Sardjito.
Metode:
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional
dengan analisis deskriptif untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis
pada pasien bedah anak kasus hernia inguinalis dan hidrokel di RSA UGM dan RSUP
Dr. Sardjito pada tahun 2019-2022 berdasarkan PPK masing-masing rumah sakit dan
mengetahui insidensi IDO. Desain penelitian correlational
dengan uji regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan antara
teknik operasi dengan ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis.
Hasil: Ketepatan
penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah anak kasus hernia
inguinalis dan hidrokel di kedua rumah sakit adalah 58,02%. Teknik operasi
tidak berhubungan dengan ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien
bedah anak kasus hernia inguinalis dan hidrokel di RSA UGM dan RSUP Dr.
Sardjito. Dari seluruh kasus hanya ditemukan 1 insidensi IDO yaitu pada pasien
hidrokel.
Kesimpulan: Masih
banyak terjadi ketidaktepatan penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah
anak kasus hernia inguinalis dan hidrokel di RSA UGM dan RSUP Dr. Sardjito. Oleh
karena itu, perlu dilakukan sosialisasi PPK dan audit penggunaan antibiotik
profilaksis secara berkala untuk meningkatkan ketepatan penggunaan antibiotik
profilaksis.
Background: The purpose of antibiotic prophylaxis is to prevent surgical site infections (SSI). In
inguinal hernia and hydrocele patients, the incidence of SSI is very low.
Clinical practice guidelines (CPG) by RSA UGM and RSUP Dr. Sardjito do not
recommend antibiotic prophylaxis in both cases, except for strangulated/gangrenous
inguinal hernias. However, it is not uncommon for clinicians to continue giving
antibiotic prophylaxis to patients. Therefore, it is necessary to
evaluate the appropriateness of the use of antibiotic prophylaxis in surgical patients with inguinal hernia and
hydrocele cases at RSA UGM and RSUP Dr. Sardjito, especially pediatric surgical
patients considering that inguinal hernias and hydroceles are common in
children and those hospitals are teaching hospitals. In addition, it is
necessary to look for factors associated with the inappropriateness of the use
of antibiotic prophylaxis. Inappropriateness in giving antibiotic prophylaxis can lead to antibiotic resistance and increased
treatment costs.
Objective: This study aims to evaluate the appropriateness
of the use of antibiotic prophylaxis in pediatric surgical patients with inguinal
hernia and hydrocele cases at RSA UGM and RSUP Dr. Sardjito.
Method: This study used a cross-sectional research design
with descriptive analysis to determine the appropriateness of the use of antibiotic prophylaxis in pediatric surgical patients with inguinal
hernia and hydrocele cases at RSA UGM and RSUP Dr. Sardjito in 2019-2022 based
on the CPG of each hospital and look for the incidence of SSI. Correlational
research design with logistic regression tests were used to determine the correlation
between surgical technique and the appropriateness of the use of antibiotic prophylaxis.
Result: The appropriateness of the use of antibiotic prophylaxis in pediatric surgical patients with inguinal
hernia cases and hydrocele cases in both hospitals was 58.02%. The surgical
technique was not related to the appropriateness of the use of antibiotic
prophylaxis in pediatric surgery patients with inguinal hernia and hydrocele cases
at RSA UGM and RSUP Dr. Sardjito. Of all cases, only 1 incidence of SSI was
found, it was in hydrocele patient.
Conclusion: There are still many inappropriateness in the use
of antibiotic prophylaxis in pediatric surgery patients with inguinal hernia
and hydrocele cases at RSA UGM and RSUP Dr. Sardjito. Hence periodic audits and
CPG socialization should be part of the routine activity to improve
appropriateness of the use of antibiotic prophylaxis.
Kata Kunci : Antibiotik profilaksis, bedah anak, hernia inguinalis, hidrokel, panduan praktik klinis