DINAMIKA SPASIO-TEMPORAL SUHU PERMUKAAN LAUT PADA BULAN OKTOBER-DESEMBER TAHUN 2015 - 2020 MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 PADA TELUK JAKARTA
Bella Nadya Ayu Lestari, Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc ; Dr. Sanjiwana Arjasa Kusuma, M.GIS. ; Prof. Dr. Pramaditya Wicaksono, M.Sc ; Dr. Nurul Khakhim, M.Si.
2024 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh
Teluk Jakarta merupakan kawasan
strategis nasional yang mempunyai suhu sebesar 25.6°C - 32.3°C,
dimana suhu perairan yang berpotensi tinggi sebagai zona tangkapan ikan memiliki suhu permukaan
laut sekitar 27°C -30°C. Salah
satu teknologi terkini yang efisien dan efektif dalam membantu memonitoring suhu
permukaan laut teluk jakarta yaitu dengan memanfaatkan penginderaan jauh.
Penggunaan sensor pada citra Landsat 8 OLI mampu mengestimasikan sebaran suhu
permukaan laut (SPL). Tujuan penelitian ini untuk melihat fluktuasi spasio dan
temporal SPL Teluk Jakarta pada tahun 2015 (Okt-Des) – 2020 (Okt-Des) dan
melihat besar akurasi nilai SPL antara Mono- Window Algorthm (MWA), Split-Window Algorithm (SWA) dan Plank menggunakan Landsat 8 di Teluk Jakarta.
Analisis SPL di teluk Jakarta
menggunakan SWA rata rata kisaran 28ºC, MWA rata rata kisaran 22ºC dan
Algorithma Planck rata rata kisaran 20ºC. Penelitian
ini juga menganalisis series data SPL bulanan dengan cara menguraikan sinyal series
data curah hujan untuk mendapatkan informasi periode sinyal dan variasinya
menggunakan teknik EEMD, dimana hasil SWA menunjukkan pola penurunan suhu permukaan laut,
sedangkan hasil EEMD menggunakan MWA dan Planck Algorithm menunjukkan
peningkatan SPL. Hasil uji akurasi menggunakan RMSE pada MWA diperoleh r = 0,13
; Plank Algorithm r = 0,138 ; dan SWA r = 0,043.
Secara
umum nilai SPL menggunakan citra satelit landsat 8 menggunakan SWA menunjukan
hasil yang cukup mendekati dengan hasil suhu permukaan laut hasil pengambilan
data lapang. Hal tersebut dipengaruhu beberapa faktor seperti tingginya
frekuensi aktivitas industri dapat meningkatkan suhu tinggi dari badan sungai
menuju muara. Selain itu dangkalnya perairan dan minimnya sirkulasi karena ada
struktur baru juga dapat memicu tingginya suhu di sekitarnya.
Teluk Jakarta merupakan kawasan
strategis nasional yang mempunyai suhu sebesar 25.6°C - 32.3°C,
dimana suhu perairan yang berpotensi tinggi sebagai zona tangkapan ikan memiliki suhu permukaan
laut sekitar 27°C -30°C. Salah
satu teknologi terkini yang efisien dan efektif dalam membantu memonitoring suhu
permukaan laut teluk jakarta yaitu dengan memanfaatkan penginderaan jauh.
Penggunaan sensor pada citra Landsat 8 OLI mampu mengestimasikan sebaran suhu
permukaan laut (SPL). Tujuan penelitian ini untuk melihat fluktuasi spasio dan
temporal SPL Teluk Jakarta pada tahun 2015 (Okt-Des) – 2020 (Okt-Des) dan
melihat besar akurasi nilai SPL antara Mono- Window Algorthm (MWA), Split-Window Algorithm (SWA) dan Plank menggunakan Landsat 8 di Teluk Jakarta.
Analisis SPL di teluk Jakarta
menggunakan SWA rata rata kisaran 28ºC, MWA rata rata kisaran 22ºC dan
Algorithma Planck rata rata kisaran 20ºC. Penelitian
ini juga menganalisis series data SPL bulanan dengan cara menguraikan sinyal series
data curah hujan untuk mendapatkan informasi periode sinyal dan variasinya
menggunakan teknik EEMD, dimana hasil SWA menunjukkan pola penurunan suhu permukaan laut,
sedangkan hasil EEMD menggunakan MWA dan Planck Algorithm menunjukkan
peningkatan SPL. Hasil uji akurasi menggunakan RMSE pada MWA diperoleh r = 0,13
; Plank Algorithm r = 0,138 ; dan SWA r = 0,043.
Secara
umum nilai SPL menggunakan citra satelit landsat 8 menggunakan SWA menunjukan
hasil yang cukup mendekati dengan hasil suhu permukaan laut hasil pengambilan
data lapang. Hal tersebut dipengaruhu beberapa faktor seperti tingginya
frekuensi aktivitas industri dapat meningkatkan suhu tinggi dari badan sungai
menuju muara. Selain itu dangkalnya perairan dan minimnya sirkulasi karena ada
struktur baru juga dapat memicu tingginya suhu di sekitarnya.
Kata Kunci : SPL; Jakarta Bay; Landsat 8; SWA; MWA; Plank