Pengaruh kondisi fisik lingkungan dan sosial ekonomi penduduk terhadap konsumsi air untuk kebutuhan rumah tangga di kotamadya Surakarta
Tri Anggoro Rahardjo, Drs. Soenarso Simoen
1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKebutuhan air oleh mahkluk hidup sangat vital dalam memelihara kelangsungan hidupnya. Bagi manusia kebutuhan air tidak hanya menyangkut kebutuhan primer saja, tetapi juga untuk kebutuhan sekunder atau bahkan kebutuhan tertier. Tujuan dari penelitian meneliti tentang pengaruh kondisi lingkungan fisik (meliputi ketersediaan air, jumlah, distribusi dan kualitasnya) dan kondisi sosial ekonomi (meliputi jumlah penduduk berdasarkan berbagai kriteria, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat kepadatan penduduk, dan pendapat penduduk perkapita) terhadap konsumsi air (mencakup jumlah penggunaan, variasi penggunaan dan macam penggunaan air). Penelitian mengambil lokasi di Kotamadya Surakarta dengan pembagian sampel berdasarkan wilayah kecamatan. Kotamadya Surakarta terdiri dari 5 kecamatan yaitu: Kecamatan Serengan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Jebres dan Kecamatan Lawiyan. Penentuan sampel yaitu dengan menggunakan metode" Purposive Sampling "yaitu jumlah sampel pada tiap wilayah ditentukan oleh jumlah penduduk yang tinggal diwilayah tersebut dibagi dengan jumlah total penduduk Surakarta dikalikan dengan 200 (jumlah sampel yang ditentukan). Pada penelitian ini analisis dengan menggunakan pendekatan statistik untuk mengetahui sejauh mana pengaruh atau hubungan dari variabel bebas terhadap variabel tak bebas. Analisis statistik menggunakan Software" SPSS" untuk mempermudah dalam perhitungan maupun dalam melakukan pembacaan dan analisis data. Konsumsi air oleh penduduk Kotamadya Surakarta memiliki rerata mencapai 141,45 Liter/Kapita/Hari. Penggunaan air terbanyak pagi hari mencapai 33,58 % dari total seluruh penggunaan. Konsumsi air berdasar macam penggunaannya terbanyak digunakan untuk Mandi, Cuci dan Kakus mencapai 47,15 % dari seluruh macam penggunaan air. Rerata konsumsi air antar kelompok pekerjaan utama yang berbeda menunjukkan perbedaan dengan derajad keyakinan mencapai 99 persen. Penduduk dengan pekerjaan utama Pegawai Negeri/Pensiunan/ABRI memiliki rerata konsumsi tertinggi. Variabel jumlah anggota keluarga memiliki hubungan yang negatif terhadap jumlah konsumsi air disebabkan pada keluarga dengan jumlah anggota keluarga yang besar kebanyakan memiliki kondisi ekonomi yang rendah. Kondisi ekonomi yang rendah tersebut menyebabkan jumlah kepemilikan barang yang membutuhkan air dalam perawatannya terbatas, sehingga konsumsi air untuk perawatan barang lebih kecil. Berdasarkan pemilihan Tipe Sumberdaya Air memiliki pengaruh agak nyata terhadap rerata konsumsi air.
-
Kata Kunci : konsumsi air,Kebutuhan rumahtangga,Surakarta,Jawa Tengah