Laporkan Masalah

Valuasi Ekonomi Kegiatan Pertanian Tanaman Pangan di Desa Bleberan Tahun 2022

Muhammad Miftahurridlo, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P.; Dr. Rika Harini, S.Si., MP.

2024 | Tesis | S2 Geografi

Kegiatan pertanian tanaman pangan merupakan pencaharian utama masyarakat di Kabupaten Gunungkidul dan menjadi sektor unggulan karena berperan dalam menopang kebutuhan pangan. Desa Bleberan yang terletak di Kecamatan Playen sebagai wilayah yang memiliki area hutan dan ladang yang luas menjadi salah satu garda terdepan dalam rangka memproduksi tanaman pangan. Berkurangnya lahan pertanian dan menurunnya minat pemuda desa dalam bertani menjadi permasalahan yang mempengaruhi jalannya kegiatan pertanian. Permasalahan tersebut perlu dilakukan kajian dalam rangka mempertahankan dan memperbaiki keberlangsungan kegiatan pertanian di masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan berlandaskan 3 tujuan utama. Pertama, mengkaji kondisi pertanian tanaman pangan di Desa Bleberan. Kedua, mengetahui manfaat yang diperoleh dari kegiatan pertanian tanaman pangan oleh masyarakat di Desa Bleberan. Ketiga, menganalisis nilai ekonomi total kegiatan pertanian tanaman pangan di Desa Bleberan. 

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 dengan durasi kegiatan lapangan sekitar 14 hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang menyajikan gambaran dari angka-angka yang diperoleh dari data yang dikumpulkan. Pendekatan nilai guna langsung diperoleh dari hasil komoditas pertanian tanaman pangan, nilai guna tidak langsung diperoleh dari nilai limbah pertanian yang dimanfaatkan sebagai pupuk, lapangan pekerjaan yang terbuka dari kegiatan pertanian, pendekatan nilai manfaat pilihan diperoleh dari fungsi ekologis dan keanekaragaman hayati dan manfaat keberadaan dari nilai sosial, budaya dan estetika dari kegiatan pertanian tanaman pangan.

 Hasil dari penelitian (1) Kegiatan pertanian di Desa Bleberan memiliki 3 fase yaitu pra pertanian; menyiapkan lahan, masa tanam; menanam dan merawat tanaman dan pasca tanam; panen dan menetralkan lahan untuk pertanian berikutnya. (2) kegiatan pertanian tanaman pangan di Desa Bleberan menghasilkan manfaat langsung berupa hasil produksi dari komoditas padi, jagung, kedelai, ubi kayu dan kacang tanah yang bernilai Rp 1.493.057.500.  Manfaat tidak langsung sebagai penghasil oksigen, penyerap karbondioksida dan pemanfaatan limbah hasil pertanian yang bernilai Rp 971.221.596. Manfaat pilihan sebagai fungsi ekologi dan keanekaragaman hayati dengan ketersediaan masyarakat membayar Rp 468.840. Terakhir untuk manfaat keberadaan sebagai manfaat sosial, budaya dan estetika dengan nilai Rp 1.152.840. (3) berdasarkan analisis manfaat yang dilakukan, nilai ekonomi total dari pertanian tanaman pangan di Desa Bleberan pada tahun 2022 adalah Rp 2.584.502.776.

Food crop farming is the main livelihood of the people in Gunungkidul Regency and is a leading sector because of its role in supporting food needs. Bleberan Village, located in Playen Subdistrict, has a large area of forests and fields, and is one of the frontlines in producing food crops. The reduction of agricultural land and the declining interest of village youth in farming are problems that affect the course of agricultural activities. These problems need to be studied in order to maintain and improve the sustainability of agricultural activities in the future. The research conducted was based on three main objectives. First, to assess the condition of food crop agriculture in Bleberan Village. Second, to determine the benefits obtained from food crop farming activities by the community in Bleberan Village. Third, to analyze the total economic value of food crop farming activities in Bleberan Village.

This research was conducted in August 2022 with the duration of field activities around 14 days. This research uses a quantitative descriptive research method that presents a picture of the numbers obtained from the data collected. The direct use value approach is obtained from the yield of food crop agricultural commodities, indirect use value is obtained from the value of agricultural waste used as fertilizer, open employment opportunities from agricultural activities, optional benefit value approach is obtained from ecological functions and biodiversity and existence benefits from social, cultural and aesthetic values from food crop agricultural activities.

The results of the study (1) Agricultural activities in Bleberan Village have 3 phases, namely pre-farming; preparing land, planting period; planting and caring for plants and post planting; harvesting and neutralizing land for the next farming. (2) Food crop farming activities in Bleberan Village produce direct benefits in the form of production of rice, corn, soybeans, cassava and peanuts worth Rp 1,493,057,500. Indirect benefits as oxygen producers, carbon dioxide absorbers and utilization of agricultural waste worth Rp 971,221,596. Optional benefits as ecological functions and biodiversity with the availability of the community paying IDR 468,840. Finally for the benefits of existence as social, cultural and aesthetic benefits with a value of IDR 1,152,840. (3) Based on the benefit analysis conducted, the total economic value of food crop agriculture in Bleberan Village in 2022 is Rp 2,584,502,776.

Kata Kunci : Valuasi Ekonomi, Tanaman Pangan, Pertanian, Economic Valuation, Food Crop, Farming

  1. S2-2024-470053-abstract.pdf  
  2. S2-2024-470053-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-470053-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-470053-title.pdf