PEMODELAN JASA EKOSISTEM PESISIR KOTA BANDAR LAMPUNG UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA TSUNAMI GUNUNG ANAK KRAKATAU
FARUQI AGENG SUWAWI, Prof. Djati Mardiatno ; Dr. Bachtiar Wahyu Mutaqin, S.Kel., M.Sc
2024 | Tesis | S2 Geografi
Kawasan pesisir Kota Bandar Lampung
merupakan sebuah kawasan pesisir yang memiliki histori kejadian tsunami di
tahun 1883 dengan setidaknya 36.000 orang korban jiwa. Kawasan yang memiliki
kepadatan penduduk dan entitas bangunan yang tinggi. Risiko bencana dari Gunung
Anak Krakatau dengan semakin bertumbuhnya berbagai sektor penggerak
perekonomian menjadi semakin meningkat pula. Keberadaan ekosistem di sebuah
kawasan dapat memberikan perlindungan terhadap kehidupan hingganya dapat
mengurangi nilai kerugian. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan
identifikasi jasa ekosistem di kawasan pesisir Kota Bandar Lampung dalam
pengurangan risiko bencana dan menghitung NET jasa ekosistem di kawasan pesisir
Kota Bandar Lampung.
Data spasial
berupa citra penginderaan jauh Sentinel, DEMNAS, Geoeye, Peta Rupabumi, Peta
Geologi, Peta Penutup Lahan, data sekunder yang berupa data tabular serta
observasi lapangan. Penelitian ini melakukan identifikasi jasa ekosistem dengan
berbasiskan ekoregion yang di anlisis menggunakan spasial dan deskriptif.
Penelitian yang telah dilakukan teridentifikasi 13 satuan ekoregion dengan
dataran fluvio marin menjadi ekoregion terbesar yang berada pada wilayah kajian
sebesar 82 %. Nilai NET potensial kehilangan entitas bangunan dan pertanian di
kawasan pesisir Kota Bandar Lampung sebesar Rp5.283.753.498.821,70. Jasa ekosistem
pengaturan pencegahan dan perlindungan bencana terutama tsunami masih sangat minim,
Kecamatan Bumi Waras menjadi wilayah dengan potensi NET hilang tertinggi jika
tsunami terjadi dimasa yang akan datang. Dengan diketahui nilai NET ini dapat
di jadikan argumentasi penyusunan prioritas, pengembangan kawasan, program,
mitigasi, pesisir Kota Bandar Lampung
sehingga pengurangan risiko bencana bisa di maksimalkan untuk melindungi
masyarakat.
The coastal area of Bandar Lampung City is a coastal area that has a
history of a tsunami in 1883 with at least 36,000 fatalities. Areas that have
high population density and building entities. The risk of disaster from Mount
Anak Krakatau with the increasing growth of various economic driving sectors is
also increasing. The existence of an ecosystem in an area can provide
protection for life and thus reduce the value of losses. The aim of this
research is to identify ecosystem services in the coastal area of ??Bandar
Lampung City in reducing disaster risk and calculate the TEV of ecosystem services
in the coastal area of Bandar Lampung City.
Spatial data in the form of remote sensing imagery from Sentinel,
DEMNAS, Geoeye, Topographic Maps, Geological Maps, Land Cover Maps, secondary
data in the form of tabular data and field observations. This research
identifies ecosystem services based on ecoregions which are analyzed using
spatial and descriptive analysis. The research that has been carried out
identified 13 ecoregional units with the Fluvio Marine Plains being the largest
ecoregion in the study area at 82%. The NET value of potential loss of building
and agricultural entities in the coastal area of Bandar Lampung City is IDR
5,283,753,498,821.70. Ecosystem services for regulating disaster prevention and
protection, especially tsunamis, are still very minimal, Bumi Waras District is
the area with the highest potential for NET loss if a tsunami occurs in the
future. By knowing this NET value, it can be used as an argument for setting
priorities, regional development, programs, mitigation, coastal areas in Bandar
Lampung City so that disaster risk reduction can be maximized to protect the
community.
Kata Kunci : Kawasan Pesisir, Jasa Ekosistem, Pengurangan Risiko Bencana, Nilai Ekonomi Total