Pemberdayaan Petani Berbasis Agribisnis Kopi Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Masyarakat (Studi di Desa Semagar Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri)
Iin Mutea Indriyani, Ir. Endang Sulastri, S.Pt., MA., Ph.D., IPM.; Prof. Ir. F. Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D., IPM.
2024 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Pengentasan kemiskinan yang saat ini masih identik dengan masyarakat pedesaan, dapat diupayakan dengan memberdayakan masyarakat dengan potensi lokal yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan petani pada sistem agribisnis kopi yang dikembangkan oleh petani di Desa Semagar dengan berbasis potensi lokal dan keterlibatan stakeholders di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan 20 informan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif dan analisis stakeholder mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis kopi yang telah berjalan di Desa Semagar melibatkan 4 (empat) sub sistem agribisnis secara utuh dan petani menjadi pelaku utama dari seluruh kegiatan. Namun keempat sub sistem tidak berjalan secara seimbang, yaitu bahwa pada sub sistem agribisnis hulu dan sub sistem usahatani tidak dilakukan secara optimal oleh petani. Pemberdayaan yang dilakukan meliputi enabling, empowering, dan protecting yang tidak memiliki pola berurutan, namun saling beriringan. Upaya enabling dilakukan secara simultan melibatkan kelompok masyarakat sebagai fungsi sistem sosial yang dapat merubah pola pikir dan culture petani. Pemberian daya (empowering) berdasarkan pada apa yang dibutuhkan oleh petani dan menyesuaikan dengan potensi lokal. Serta, protecting dilakukan seiring dengan pemberian daya untuk mencegah kerentanan yang dapat mengancam keberlanjutan agribisnis kopi. Stakeholders yang terlibat berjumlah 15 terdiri dari sektor pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat yang dipetakan ke dalam 4 (empat) kelompok berdasarkan pengaruh dan kepentingannya serta yang paling dominan meliputi stakeholder Key Player yaitu Bappeda Litbang, Context Setter yaitu BI Solo; Subjects yaitu Gapoktan Segar; serta the Crowd yaitu LMDH Magar Mulyo.
Poverty reduction, which is currently still synonymous with rural communities, can be pursued by empowering communities with available local potential. This research aims to analyze farmer empowerment in the coffee agribusiness system developed by farmers in Semagar Village based on local potential and the involvement of stakeholders in it. This research uses a qualitative method, with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation involving 20 informants. Data analysis was conducted using an interactive model and stakeholder mapping analysis. The results of the research show that the coffee agribusiness system that has been running in Semagar Village involves 4 (four) agribusiness sub-systems as a whole and farmers are the main actors of all activities. Empowerment includes enabling, empowering, and protecting which do not have sequential patterns, but coincide with it. Enabling efforts are carried out simultaneously involving community groups as a function of the social system that can change the mindset and culture of farmers. Empowering is based on what is needed by farmers and adapts to local potential. And, protecting is carried out along with providing powerto prevent vulnerabilities that can threaten the sustainability of coffee agribusiness. Stakeholders involved consisted of the government, private sector, academia, and the community. The stakeholders involved totaled 15 consisting of government, private, academic, and community sectors which were mapped into 4 (four) groups based on their influence and interests and the most dominant ones included Key Player stakeholders namely Bappeda Litbang, Context Setter namely BI Solo; Subjects namely Gapoktan Segar; and the Crowd namely LMDH Magar Mulyo.
Kata Kunci : Coffee Agribusiness, Farmer Empowerment, Local Potential, Stakeholders