Luaran Anak Remaja dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus, Tuberkuloma Serebri, dan Toksoplasmosis
Yanantri Binga Ramsif, Dr. dr. RR. Ratni Indrawanti,Sp.A(K).; Dr.Med. dr. Intan Fatah Kumara, M,Sc, Sp.A(K)
2023 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak
Latar belakang: Anak dengan infeksi HIV berisiko mengalami infeksi oportunistik.
Walaupun dengan antiretroviral (ARV),
pasien
dengan
HIV 3 kali lebih berisiko mengalami kematian selama pengobatan TB,
yakni suatu penyakit yang dapat dicegah dan
disembuhkan. Salah satu manifestasi
TB pada sistem saraf pusat adalah tuberkuloma
serebri yang diakibatkan oleh penyebaran secara hematogen ke otak. Toksoplasmosis juga termasuk infeksi oportunistik pada sistem
saraf pusat yang sering terjadi pada pasien
dengan infeksi HIV. Remaja merupakan kelompok berisiko tinggi dalam hal ketidakpatuhan
dan kegagalan dalam pengobatan ARV.
Tujuan: Mengetahui luaran pasien remaja dengan infeksi HIV, tuberkuloma serebri, dan toksoplasmosis
Metode : Observasi dilakukan pada pasien untuk mengetahui luaran pasien remaja dengan
dengan infeksi HIV,
tuberkuloma
serebri, dan toksoplasmosis
selama
15 bulan.
Hasil: Luaran utama yang
tercapai pada akhir pengamatan adalah tidak terjadi mortalitas, kualitas hidup lebih baik, status gizi menjadi baik serta didapatkan kondisi tuberkuloma serebri dan toksoplasmosis yang membaik. Luaran
yang belum tercapai adalah didapatkan gagal terapi ARV. Ketidakpatuhan minum
obat merupakan penyebab utama kegagalan
terapi ARV.
Kesimpulan: Remaja merupakan kelompok berisiko tinggi dalam hal ketidakpatuhan dan
kegagalan dalam pengobatan ARV.
Background: Children with HIV infection are at risk of experiencing opportunistic infections. Even with antiretrovirals (ARV), patients with HIV are 3 times more likely to die during TB treatment, a disease that can be prevented and cured. One of the manifestations of TB in the central nervous system is cerebral tuberculoma which is caused by hematogenous spread to the brain. Toxoplasmosis is also an opportunistic infection of the central nervous system which often occurs in patients with HIV infection. Adolescents are a high-risk group in terms of non-adherence and failure in ARV treatment.
Objective: To determine the outcome of adolescent patient with HIV infection, cerebral tuberculoma, and toxoplasmosis.
Methods: Observations were carried out on patient to determine the outcomes of adolescent patients with HIV infection, cerebral tuberculoma, and toxoplasmosis for 15 months.
Results: The main outcome achieved at the end of the observation were no mortality, better quality of life, improved nutritional status and improved conditions of cerebral tuberculosis and toxoplasmosis. The outcome that has not been achieved is failure of ARV therapy. Non-compliance of taking medication is the main cause of failure of ARV therapy.
Conclusion: Adolescent are a high risk group in terms of non-compliance and failure in ARV treatment.
Kata Kunci : HIV, adolescent, cerebral tuberculoma, toxoplasmosis