Laporkan Masalah

PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PENERAPAN KEBIJAKAN REKLAMASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS : KAWASAN REKLAMASI KAMPOENG AIR JANGKANG)

Dwi Mardyanti, Dr. Tri Mulyani Sunarharum, S.T.,IPU

2024 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Berlakunya peraturan daerah no. 6 tahun 2011 tentang pengelolaan pertambangan umum sebagai wujud dari kebijakan otonomi daerah menimbulkan eksplorasi besar-besaran, dimana masyarakat berlomba-lomba menjadi penambang yang tanpa disadari kegiatan tersebut memberikan dampak terhadp lingkungan seperti meningkatnya lahan kritis dan menimbulkan lubang atau kolong. sehingga guna mengantisipasi dampak tersebut, maka perusahaan wajib menyerahkan rencana reklamasi selama 5 tahun sekali sesuai dengan peraturan berlaku. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kebijakan reklamasi telah berhasil atau tidak, dimana hal itu bisa ditinjau berdasarkan persepsi masyarakat. lokasi penelitian ini berada di Kawasan Reklamasi Kampoeng Air Jangkang, Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang dengan pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kebijakan reklamasi hanya memberikan dampak terhadap aspek sosial berkenaan dengan persepsi masyarakat mengenai pengelolaan lahan ex tambang. sedangkan untuk dampak aspek ekonomi belum bisa dirasakan oleh masyarakat mengingat kawasan tersebut belum terbuka untuk umum dan masih sedikit masyarakat dilibatkan. sehingga dengan demikian, kebijakan reklamasi kampoeng air jangkang dinilai belum efektif karena manajemen kelola dalam kawasan masih kurang baik mengingat masih banyak area dalam kawasan yang belum dimanfaatkan secara optimal apalagi mengingat kebijakan reklamasi tersebut telah diterapkan sejak 2013.

Dalam hal ini, perlu adanya perbaikan dalam manajemen kelola di kawasan reklamasi kampoeng air jangkang, serta masyarakat harus lebih banyak dilibatkan. sedangkan untuk pemerintah daerah bersama aparat desa bisa berperan dalam kontrol dan pengawasan terkait kawasan reklamasi tersebut.

The majority of people work as miners, which has an effect on the environment such as increasing critical land and developing large pits. Companies have been requires to submit a reclamation plan every 5 years in compliance with applicable legislation to reduce this impact. This research aims to determine whether or not the reclamation policy was successful. This can be reviewed based on the impacts caused after reclamation is implemented based on public perception.

This research is qualitative descriptive research based on literature studies, questionnaires and documentation. The location of this research is in the Kampoeng Air Jangkang Reclamation area, Riding Panjang Village, Merawang sub-district. Based on research results it was found taht the reclamation policy only had an impact on the social aspect is related to the community's perception of ex- mining land management, while the impact on the economic aspect is considered to have not had a significantimpact considering that untul now the area still not open to the public and is still being improved. Companies must be more able to involve the community considering that the success of a reclamation implementation is based on its management and commnity involvement. Apart form that, the role of local goverment together with village officials can support the reclamation police by carrying out control and supervision of the reclamation area.

Kata Kunci : rekalamas, sosial ekonomi, persepsi masyarakat

  1. S2-2024-484483-abstract.pdf  
  2. S2-2024-484483-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-484483-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-484483-title.pdf