Laporkan Masalah

Penilaian keasinan airtanah dataran aluvial Solo bagian selatan

Woro Indriyati Rachmani, Drs. Sutanto BR

1988 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah penelitian merupakan suatu bentuk unit lahan berupa dataran aluvial, yang dibatasi oleh daerah kaki gunungapi Merapi dan daerah kaki gunungapi Lawu dibagian Barat dan dibagian Timur. Dibagian Utara dan dibagian Selatan berbatasan dengan daerah pegunungan Kendeng dan daerah pegunungan Selatan. Secara administratif, daerah penelitian ini menempati Kabupaten Daerah Tingkat II Sukoharjo Jawa Tengah, dengan pembatasnya dibagian Utara Kotamadya Surakarta. Dibagian Selatan berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri. Dibagian Barat, berbatasan dengan Kabupaten Klaten, dan dibagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan hasil perhitungan dengan sistim grid, dapat diketahui luas daerah penelitian ini sebesar 225 km2 dengan kemiringan lereng rata-rata O,2 %. Apabila ditinjau dari kondisi airtanahnya, maka ada suatu kejanggalan dari segi kualitasnya. Dibeberapa tempat dalam daerah penelitian ini airtanahnya asin dan payau. Dengan mengetahui keadaan tersebut, maka penelitian ini diadakan dengan tujuan memberikan penilaian sejauh mana keasinan airtanah ini dapat terjadi. Di lapangan, dilakukan pengukuran daya hantar listrik, suhu, pH dan kedalaman muka airtanah, terhadap 185 buah sumur penduduk baik sumur gali maupun sumur pompa. Berdasarkan klasifikasi daya hantar listrik, dari 185 buah sumur ini dipilih 35 buah sumur untuk diambil contoh airnya, dan kemudian dianalisa di la bo- ratorium. Metode analisa yang digunakan di laboratorium adalah titrasi, flame photometri dan electrode selectif ion. Dila- kukan analisa terhadap ion-ion yang dominan terdapat didalam air, seperti chloride (C), carbonate dan bicarbonate (CO3 dan HCO3), sulfate (SO4), calcium (Ca), magnesium (Mg2+), sodium dan potassium (Na dan K) serta iron (Fe). Dari hasil analisa menunjukkan bahwa, didalam airtanah asin dan airtanah payau kandungan ion chloride dan ion sodium tinggi, jauh diatas konsentrasi airtanah pada umum- nya. Apabila dihitung dengan Aktivitas Ion, Ion Exchange dan dilihat dari hasil plot dengan Trilinier Diagram, maka airtanah asin dan payau ini menunjukkan airlaut. Apabila ditinjau dari sejarah geologi, maka daerah penelitian ini merupakan bagian dari suatu danau airlaut yang terbentuk karena terbendungnya sungai Bengawan Solo purba dalam kala plistosen. Dari hasil perbandingan dengan standart kualitas air minum WHO, airtanah asin dan airtanah payau ini kurang baik apabila digunakan untuk air minum. Dikarenakan kualitasnya melebihi standart yang telah ditetapkan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air minum, alangkah baiknya apabila dilakukan pengambilan air tanah dibagian Timur daerah penelitian ini, yang bebas dari rasa asin

-

Kata Kunci : Keasinan airtanah,Hidrologi,Dataran Aluvial,Sukoharjo,Jawa Tengah

  1. S1-1988-2305-Woro_Indriyati_Rachmani-abstract.PDF  
  2. S1-1988-2305-Woro_Indriyati_Rachmani-bibliography.PDF  
  3. S1-1988-2305-Woro_Indriyati_Rachmani-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1988-2305-Woro_Indriyati_Rachmani-title.PDF