Laporkan Masalah

Kematian bayi dan anak menurut karakteristik ibu dipropinsi Nusa Tenggara Barat : Analisis data SDKI 1997

Zulfa Amin, Drs. Sukamdi, M.Sc

2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu yang menjadi penyebab kematian bayi dan anak. Tujuan yang lain adalah mengetahui hubungan pola kematian bayi dan anak dengan memperhatikan faktor yang dimiliki ibu mencakup pendidikan ibu, usia ibu ketika melahirkan, pekerjaan ibu, dan jarak kelahiran. Untuk mengontrol variabel ibu ini diperlukan lagi variabel pelayanan kesehatan dan kondisi rumah. Sebagai daerah penelitian diambil Propinsi Nusa Tenggara Barat, dengan alasan selama 30 tahun terakhir ini menjadi propinsi yang selalu menduduki peringkat tertinggi yang mengalami kematian bayi dan anak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data mentah (raw data) SDKI 1997. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dari hasil tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan tinggi rendahnya kematian bayi dan anak. Kematian bayi dan anak cenderung terjadi pada ibu yang berpendidikan rendah, bekerja di bidang pertanian, masih melahirkan di usia tua, dan mempunyai jarak kelahiran relatif pendek. Pelayanan kesehatan dan sanitasi yang digunakan sebagai variabel pengontrol, ternyata kurang menjelaskan kematian bayi dan anak. Hanya penolong persalinan yang dibantu oleh tenaga non-medis yang memberikan gambaran jelas penyebab tingginya kematian bayi. Untuk ibu yang tidak mengalami kematian bayi dan anak faktor pendidikan ibu yang tidak mendukung teori hubungan pendidikan dengan kematian. Yang tidak mengalami kematian pun pendidikannya rendah. Untuk variabel kontrol hanya variabel penolong persalinan yang menyimpang dari fenomena kebanyakan, yaitu banyak ibu yang tidak mengalami kematian memerlukan tenaga non-medis untuk menolong persalinannya. Beberapa fenomena menarik untuk ibu yang tidak mengalami kematian adalah pendidikan ibu yang rendah, aktivitas ibu, dan pekerjaan di sektor pertanian, menyimpang dari teori yang ada. Khusus untuk bayi perempuan ditemukan adanya kejanggalan yaitu pada rerata jarak kelahiran dan usia ibu ketika melahirkan. Untuk yang mengalami kematian, ditemukan kejanggalan pada faktor ibu terdapat pada jenis kelamin laki-laki, rerata usia ibu melahirkan berada pada kisaran ideal yang semestinya akan menekan terjadinya kematian, sedangkan variabel kontrol yang terdiri dari variabel kualitas rumah, penolong persalinan, pemberian imunisasi, dan umur kehamilan. Hanya penolong persalinan yang memberikan gambaran jelas terjadinya kematian bayi yang tinggi menurut jenis kelamin.

The objective of the study is to investigate the maternal characteristics causing the mortality of infant and child. In addition, it is conducted to investigate the correlation between the pattern of the mortality of infant and child and the factors of mother's education, mother's age, mother's job and birth spacing. The variables of health care and house condition are required to controls the mother's variables. The area of the study is West Nusa Tenggara on the ground that in the last 30 years it is positioned at the highest rank in the mortality rate of infant and child. The data used in the study is raw data of IDHS of 1997. The analysis technique used is of quantitative one of the frequency and cross table. The result of the study shows that the mother's factor plays a very important role in determining the mortality rate of infant and child. The mortality of infant and child tends to take place by the mother of low education level, her job is in agricultural area, still pregnant at old age, and relative short birth spacing. The health care and sanitation used as controlling variables are proven not to well explain the high mortality rate of infant and child. It is the pregnancy assistance on non-medicals that provides more clear description of the causal factor or the high mortality rate. For the mothers who do not experience the mortality infant and child, the mother's education does not confirm the theory of the mother's education and the mortality rate. The education level of those who do not experience the mortality of infant and child is indeed low. The variable of pregnancy assistance is the only controlling variable deviating from the common phenomena. Meaning, there are many mothers who do not experience the mortality of infant and child need the non-medicals to assist their pregnancy. Some interesting phenomenon of the mothers who do not experience the mortality of infant and child are the low level of mother's education, mother's activities, and mother's job in agriculture area. They deviate from the existing theory. Especially for female a discordancy is found that the average of the birth spacing and the mother's age at pregnancy. A discordancy is found for those who experience the mortality of infant and child. The infant and child are male and the average age of the mother is in an ideal turning that reduce the mortality rate, while the controlling variables that consists of house quality, pregnancy assistance, immunization, and the pregnancy age. It is the pregnancy assistance that is the only variable providing a clear description of the high rate of the mortality of infant and child according to sex.

Kata Kunci : Kematian bayi,mortalitas,karakteristik ibu,Nusa Tenggara Barat,NTB

  1. S1-2001-101114-Zulfa_Amin-abstract.pdf  
  2. S1-2001-101114-Zulfa_Amin-bibliography.pdf  
  3. S1-2001-101114-Zulfa_Amin-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2001-101114-Zulfa_Amin-title.pdf