Penggunaan foto orto untuk mengkaji kapasitas dan tingkat pelayanan jalan perkotaan di sebagian kotamadia Surakarta
Yusuf Wibisono, Prof. Dr. R. Sutanto; Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
1998 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPermasalahan lalu lintas khususnya di wilayah perkotaan dapat diindikasikan dari nilai perbandingan volume lalu lintas yang melintas dengan kapasitas ruas jalan, biasa disebut tingkat pelayanan ruas jalan. Permasalahan muncul jika volume lalu lintas lebih besar dari kapasitasnya. Untuk itu perlu dilakukan monitoring terhadap kapasitas dan volume lalu lintas secara periodik. Kapasitas ruas jalan dihitung dengan Metode Indonesian Highway Capasity Mannual (HCM) 1993, dimana sudah disesuaikan kondisi jalan di Indonesia. Untuk mendapatkan data penghitungan kapasitas pada penelitian ini menggunakan foto orto berskala 1: 1000. Tujuan penggunaan foto orto selain untuk mengurangi survai lapangan juga untuk mendapatkan informasi keruangan ruas jalan yang dihitung serta lebih mendayagunakan foto orto yang sudah ada. Foto orto ini digunakan untuk menyadap data yang berupa unsur geometrik jalan meliputi lebar ruas jalan, uku-ran bahu jalan dan atau trotoar, keberadaan median. Survai lapangan untuk mendapatkan data yang tidak bisa disadap dari foto orto yaitu parkir, pejalan dan penyeberang, jumlah angkutan yang berhenti dan kendaraan yang keluar-masuk dari jalan antar lingkungan (gang) menuju ruas jalan yang dihitung, Data sekunder untuk mendapatkan data jumlah penduduk dan volume lalu lintas harian pada jam puncak. Jika nilai perbandingan kapasitas dan volume lalu lintas > 1,0 maka jalan tersebut mempunyai tingkat pelayanan buruk dan rawan kemacetan. Prioritas penanganan berpedoman pada manajemen lalu lintas yang dikeluarkan Litbang Departemen Perhubungan. Berdasar hasil penelitian, foto orto berskala 1: 1000 mampu menyadap data unsur geometrik jalan berupa lebar badan jalan, lebar trotoar dan bahu jalan, kontinuitas median dan tipe jalan. Foto udara tersebut mempunyai tingkat ketelitian ukuran objek 96,45 % Pada 37 ruas jalan yang diteliti, pada tahun 1994 mempunyai kelas tingkat pelayanan A. Tahun 1995 terjadi penurunan kelas tingkat pelayanan pada ruas J. Dr Radjiman yaitu menjadi kelas B hingga F; dan ruas Jl. Kapten Mulyadi yaitu menjadi kelas F dan B.Ini berarti telah terjadi kerawanan akan kemacetan pada ruas jalan dengan kelas tingkat pelayanan F. Ruas Jalan Brigjen Slamet Riyadi tidak masuk dalam klasifikasi ruas jalan perkotaan sebagaimana diatur dalam metode IHCM 1993. Hal ini karena ruas jalan ini bertipe jalan 4/1. Penataan kembali pada lampu lalu lintas, penanganan masalah parkir dan sektor informal serta larangan bongkar muat barang di tepi jalan merupakan alternatif pemecahan untuk ruas jalan yang mengalami penurunan kelas tingkat pelayanan. Dengan demikian beban terhadap jalan tersebut bisa dikurangi serta kenyamanan dan keamanan pengendaraan bisa dioptimalkan.
-
Kata Kunci : jalan perkotaan,Foto Orto,Surakarta,Jawa Tengah