Hubungan antara Faktor Lingkungan dan Praktik Kebersihan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan
Siti Novianti, Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA
2023 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan global dengan faktor risiko multipel. Selain determinan intake nutrisi yang kurang dan infeksi, asumsi penelitian juga bergerak ke arah penyebab lain yang dikenal dengan enterophaty enteric disfunction (EED). Kondisi ini merupakan gangguan pada usus halus yang disebabkan oleh faktor lingkungan serta perilaku higiene yang buruk.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah proporsi tidak adanya akses air minum yang aman, proporsi tidak adanya akses sanitasi yang layak dan proporsi praktik kebersihan ibu yang kurang baik lebih banyak dijumpai pada anak usia 6-23 bulan yang stunting dibandingkan dengan non stunting. Serta penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan dan perilaku ibu terkait dengan stunting, serta mendeskripsikan aspek kebijakan tentang stunting di tingkat desa dan kecamatan.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Kasus adalah balita dengan status gizi stunting berdasarkan hasil penimbangan balita bulan Agustus tahun 2020 dan kontrol adalah balita dengan status gizi baik. Jumlah kasus sebanyak 106 dan kontrol sebanyak 106 sehingga total subjek penelitian adalah 212 responden. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif, analisis bivariat (Mc. Nemar) dan analisis multivariat menggunakan conditional logistic regression serta OR dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak adanya akses air minum aman (OR=3,2; 95%CI 1,608-6,437), tidak adanya akses sanitasi layak (OR=2,8; 95%CI 1,020-3,398) dan praktik kebersihan ibu yang kurang baik (OR=2,2); 95%CI 1,140-4,330) merupakan faktor risiko stunting pada anak usia 6-23 bulan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah akses air minum yang aman. Variabel luar yang berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah panjang lahir < 48>stunting masih terbatas. Stunting dianggap berhubungan dengan faktor keturunan orangtua yang pendek. Petugas kesehatan dan kader telah memberikan edukasi tentang stunting dan malnutrisi, serta pemerintah lokal telah melakukan serangkaian kegiatan pencegahan dan intervensi stunting, tetapi belum ada program perbaikan akses air minum dan sanitasi.
Simpulan: Tidak adanya akses air minum yang aman, tidak adanya akses sanitasi yang layak, dan praktik kebersihan ibu yang kurang baik lebih banyak dijumpai pada anak usia 6-23 bulan yang stunting dibandingkan dengan non-stunting.
Background: Stunting is still a global health problem with multiple risk factors. Apart from the determinants of insufficient nutritional intake and infection, research assumptions are also moving towards other causes known as enteropathy enteric dysfunction (EED). This condition is a disorder of the small intestine caused by environmental factors and poor hygiene behavior.
Objective: This study aims to analyze whether the proportion of no access to safe drinking water, the proportion of no access to proper sanitation and the proportion of poor maternal hygiene practices is more common in children aged 6-23 months who are stunted compared to non-stunting children. This research also aims to describe mothers' knowledge and behavior regarding stunting, as well as describe aspects of policies regarding stunting at the village and sub-district levels.
Method: This research is an analytical observational study with a case control approach. Cases are toddlers with stunted nutritional status based on the results of weighing toddlers in August 2020 and controls are toddlers with good nutritional status. The number of cases was 106 and controls were 106, so the total research subjects were 212 respondents. Research analysis was carried out descriptively, bivariate analysis (Mc. Nemar) and multivariate analysis using conditional logistic regression and OR with a confidence level of 95%.
Results: The results of the analysis show that lack of access to safe drinking water (OR=3.2; 95%CI 1.608-6.437), lack of access to adequate sanitation (OR=2.8; 95%CI 1.020-3.398) and poor maternal hygiene practices (OR= 2,2); 95%CI 1.140-4.330) is a risk factor for stunting in children aged 6-23 months. The variable that has the most influence on the incidence of stunting is access to safe drinking water. The external variable that influences the incidence of stunting is birth length < 48>
Conclusion: Lack of access to safe drinking water, lack of access to proper sanitation, and poor maternal hygiene practices are more common in stunted children aged 6-23 months compared to non-stunting children.
Kata Kunci : Kata kunci: air minum, sanitasi, kebersihan ibu, stunting, balita; Keywords : drinking water, sanitation, maternal hygiene, stunting, toddlers