Gambaran Perlukaan pada Korban Mati Pengendara Motor Akibat Kecelakaan Lalu Lintas yang Terkait dengan Alkohol dan Non-alkohol yang Diperiksa di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito Tahun 2015-2019
ISNA IZZATI YUMNA, dr. Martiana Suciningtyas Tri Artanti, Sp. F.; dr. Dewanto Yusuf Priambodo, M.Sc. Sp. F.
2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang :Merujuk pada data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tiap tahunnya terus meningkat. Diketahui pada tahun 2020 korban meninggal dunia sebanyak 346 jiwa, meningkat pada tahun 2021 sebanyak 452 jiwa, dan salah satu penyebabnya adalah konsumi alkohol. Kemudahan akses dalam mendapatkan alkohol menyebabkan semakin tingginya penggunaan dan penyalahgunaan dari alkohol. Konsumsi dari alkohol mengakibatkan gangguan fungsi otak, yaitu fungsi kognitif dan emosional serta kontrol perilaku pada pengendara yang berada dibawah pengaruh alkohol. Penglihatan, sebagai indra terpenting dalam berkendara juga akan terpengaruh dan akan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan luka ringan, berat, hingga menyebabkan kematian.
Tujuan : Mengetahui perbedaan gambaran luka dan keparahannya pada korban mati akibat kecelakaan lalu lintas yang disebabkan konsumsi alcohol dan tidak konsumsi alcohol pada pengendara motor.
Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif menggunakan data primer berupa visum et repertum pasien korban mati kecelakaan lalu lintas yang disebabkan akibat konsumsi alkohol dan tidak menggunakan alkohol pada rentang tahun 2015-2019 yang diambil dari Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito. visum et repertum.
Hasil: Terdapat 144 kasus kematian pengendara sepeda motor yang diperiksa di Instalasi Kedokteran Forenik RSUP Dr. Sardjito dengan 114 kasus non-alkohol dan 30 kasus alkohol, didapatkan data distribusi menurut jenis kelamin, umur, status pekerja, jumlah luka, lokasi luka, dan pola luka.
Kesimpulan: Korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor didominasi oleh laki-laki sebanyak 80,71% pada kasus non-alkohol dan 96,66% pada kasus alkohol. Korban terkait alkohol dan non-alkohol sebagian besar berada pada rentang usia dewasa (18-65 tahun), yaitu 85,96% pada kasus non-alkohol dan 96,66% pada kasus alkohol. Lokasi tubuh yang paling umum di mana cedera terjadi adalah kepala dan ekstremitas, dan pola luka yang paling umum adalah lecet atau vulnus excoriatum.
Background: Referring to data from the Yogyakarta Regional Development Planning Agency, the number of deaths due to traffic accidents continues to increase every year. It is known that in 2020 the death toll was 346 people, increasing in 2021 to 452 people who died, and one of the causes was alcohol consumption. Ease of access to alcohol consumption causes increased use and abuse of alcohol. Alcohol consumption results in impaired brain function, especially cognitive function and emotional function. Vision, as the most important sense in driving, will also be affected and will increase the risk of traffic accidents and cause minor, serious injuries and even death. This study aims to provide a description of injuries to traffic accident fatalities with changes in function in several body systems related to alcohol consumption and traffic accident fatalities not related to alcohol.
Objective: To determine the differences in the appearance of injuries and their severity in victims who died as a result of traffic accidents caused by alcohol consumption and non-consumption of alcohol among motorbike riders.
Method: This research method is descriptive using secondary data in the form of post mortem et repertum of patients who died in traffic accidents caused by alcohol consumption and non-use of alcohol in the period 2015-2019 taken from the Forensic Medicine Installation of Dr. RSUP. Sardjito. post mortem et repertum.
Result: Results: There were 144 cases of motorcyclist deaths examined at the Forensic Medicine Installation at Dr. RSUP. Sardjito, with 114 non-alcoholic cases and 30 alcoholic cases, obtained data on distribution according to gender, age, worker status, number of injuries, location of injuries and pattern of injuries.
Conclusion: Victims of traffic accidents involving motorcyclists are dominated by men as 80.71% in non-alcohol cases and 96.66% in alcohol cases. Victims related to alcohol and non-alcohol were mostly in the adult age range (18-65 years), as 85.96% in non-alcohol cases and 96.66% in alcohol cases. The most common locations on the body where injuries occur are the head and extremities and the most common wound pattern is abrasions or vulnus excoriatum.
Kata Kunci : Kecelakaan lalu lintas, kematian, alkohol, pengaruh alkohol, gambaran