Laporkan Masalah

Tinjauan Kritis Keamanan Manusia pada Mantan Narapidana Perempuan di Kota Madiun

Amada Ilmi, Prof. Dr. Mohtar Mas’oed, M.A., Dody Wibowo, M.A., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Mantan narapidana perempuan merupakan masyarakat yang rentan mengalami masalah keamanan manusia. Mantan narapidana perempuan di Kota Madiun mengalami banyak kondisi kesulitan yang merugikan bagi kehidupan mereka secara personal dan ekonomi. Kehidupan pasca bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) menjadi tantangan dan dinamika baru, karena menyandang status sebagai mantan narapidana dianggap suatu keburukan tersendiri bagi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus, dengan sumber data yang dikumpulkan dari wawancara pada mantan narapidana perempuan dan masyarakat yang tinggal satu lingkungan dengan mantan narapidana perempuan di Kota Madiun. Penelitian ini dilakukan dengan dua teori utama, yaitu teori keamanan manusia (khususnya keamanan personal dan keamanan ekonomi), dan teori persahabatan (friendship) yang dicetuskan oleh Aristoteles. Keamanan manusia menjadi analisis utama untuk mengetahui berbagai deprivasi yang dialami oleh mantan narapidana perempuan. Untuk teori persahabatan dinilai dapat menjadi solusi yang menghubungkan relasi sosial antara masyarakat dan mantan narapidana perempuan, dengan harapan dapat menghindarkan mantan narapidana perempuan dari masalah keamanan manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mantan narapidana perempuan di Kota Madiun mengalami masalah keamanan manusia berupa keamanan personal dalam kehidupan sosial yang disebabkan asumsi dan stigma negatif dari masyarakat dan berdampak pada psikis. Serta masalah keamanan ekonomi berupa hilangnya akses pekerjaan dan ancaman kemiskinan karena sulitnya akses terhadap pekerjaan pasca berstatus sebagai mantan narapidana. Masalah keamanan manusia tersebut, dapat diselesaikan di antaranya dengan pertemanan yang terjalin dengan masyarakat dan mantan narapidana perempuan, serta peran pemerintah dalam mengedukasi masyarakat untuk turut serta membersamai mantan narapidana perempuan dan tidak melakukan stigmatisasi secara terus-menerus.

Ex-female prisoners are a vulnerable community when it comes to human security issues. Former female prisoners in the city of Madiun face many difficult conditions that are detrimental to their personal and economic lives. Life after being released from prison poses new challenges and dynamics, as carrying the status of an ex-prisoner is considered a stigma in society. This research is a qualitative study using a case study approach, with data collected from interviews with former female prisoners and the community living in the same area as them in the city of Madiun. The study is based on two main theories: human security theory (specifically personal security and economic security) and the theory of friendship proposed by Aristotle. Human security is the main analysis to understand the various deprivations experienced by ex-female prisoners. The theory of friendship is seen as a solution to connect the social relationship between the community and ex-female prisoners, with the hope of avoiding human security issues. The study concludes that ex-female prisoners in Madiun face human security issues such as personal security in social life, caused by negative assumptions and stigma from the community, which has a psychological impact. There is also an economic security issue, with a loss of job opportunities and the threat of poverty due to the difficulty of finding employment after being labeled as a former prisoner. These human security issues can be addressed through building friendships between the community and ex-female prisoners, as well as the government's role in educating the public to support and not stigmatize former female prisoners continuously.

Kata Kunci : Mantan narapidana perempuan, keamanan manusia, keamanan personal, keamanan ekonomi, teori friendship.

  1. S2-2024-485523-abstract.pdf  
  2. S2-2024-485523-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-485523-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-485523-title.pdf