Laporkan Masalah

Kajian Persepsi Petani Terhadap Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Ketahanan Pangan Wilayah (Studi di Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali)

Priyo Sambodo, Prof. Subejo, S.P.,M.Sc., Ph.D ; Dr. Sudrajat, S.Si.,M.P

2024 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Salah satu sumber utama kehidupan manusia di Indonesia adalah pertanian, dan ada kemungkinan bahwa ketahanan pangan sebuah wilayah akan dipengaruhi oleh alih fungsi lahan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi petani/ masyarakat terhadap alih fungsi lahan pertanian, komponen yang mempengaruhinya, dan untuk mempelajari ketahanan pangan dan bagaimana keterkaitan antara persepsi petani/ masyarakat tentang alih fungsi lahan pertanian terhadap kondisi ketahanan pangan di Kecamatan Ubud, Kab. Gianyar, Bali.
Studi ini melibatkan 828 petani di Desa Petulu di Kec.Ubud, Kab.Gianyar, Provinsi Bali. Pengumpulan sampel dengan metode Purposive sampling yang determinasi jumlah sampel memakai metode slovin, didapat sampel 89 responden. Analisis deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode analisis, yang memasukkan data primer dari kuesioner dan kemudian dianalisis.
Hasil studi di Desa Petulu timbulnya persepsi alih fungsi lahan pada tanah pertaniannya menjadi perumahan masyarakat, pabrik, jalan serta lain- lain. Persepsi faktor- faktor yang mempengaruhi persepsi alih fungsi lahan di Desa Petulu ialah PDRB, membuktikan PDRB hadapi ekskalasi sebaliknya besar pertanian mengarah hadapi penyusutan perihal ini hendak menggeser peruntukan tanah dari pertanian jadi non pertanian. Persepsi faktor laju pertumbuhan penduduk, yang menunjukkan bahwa persepsi laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, menunjukkan bahwa persepsi alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan tempat tinggal telah meningkat pesat. Persepsi faktor jumlah industri yang senantiasa hadapi ekskalasi sebaliknya besar pertanian mengarah hadapi penyusutan alhasil terus menjadi besar persepsi alih fungsi lahan yang berlangsung. Persepsi faktor mikro antara lain pelampiasan tempat bermukim, angka jual tanah, situasi ekonomi serta daya produksi tanah menyusut pengaruhi ganti guna tanah pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Desa Petulu, persepsi ketahanan pangan harus berada dalam kondisi yang layak. Dengan kata lain, di Desa Petulu persepsi ketahanan pangan dipengaruhi oleh persepsi alih fungsi lahan. Sedangkan di Desa Petulu Petani mempersepsikan bahwa ketahanan pangan dapat tercukupi walaupun berkurangnya lahan pertanian. Hal ini karena adanya dukungan dari industri pariwisata yang maju dan UMKM yang bermunculan. Peralihan lahan menjadi industri tetap berdampak positif terhadap pendapatan daerah.

One of the main sources of human life in Indonesia is agriculture, and it is possible that a region's food security will be affected by the conversion of agricultural land. The aim of this research is to find out how farmers/community perceive the conversion of agricultural land, the components that influence it, and to study food security and how the perception of farmers/community regarding agricultural land conversion is related to food security conditions in Ubud District, Kab. Gianyar, Bali.

This study involved 828 farmers in Petulu Village in Ubud District, Gianyar District, Bali Province. Sample collection using the purposive sampling method which determined the number of samples using the Slovin method, obtained a sample of 89 respondents. Qualitative descriptive analysis is used as an analysis method, which includes primary data from questionnaires and then analyzed.

The results of the study in Petulu Village emerged that there was a perception of land conversion on agricultural land into community housing, factories, roads and so on. The perception of factors that influence the perception of land conversion in Petulu Village is GRDP, showing that GRDP is facing escalation, whereas the size of agriculture is facing shrinkage, this will shift land use from agricultural to non-agricultural. Perception of the population growth rate factor, which shows that the perception of a high population growth rate, shows that the perception of land conversion into housing and residence has increased rapidly. The perception is that the number of industries is always facing escalation, while the size of agriculture is facing shrinkage, as a result, there continues to be a large perception of land conversion taking place. The perception of micro factors, including the lack of residence, land sales figures, economic conditions and decreasing land production capacity, influences the change in use of agricultural land. To meet the food needs of the people of Petulu Village, the perception of food security must be in a decent condition. In other words, in Petulu Village the perception of food security is influenced by the perception of land conversion. Meanwhile, in Petulu Village, farmers perceive that food security can be achieved despite the reduction in agricultural land. This is due to support from the advanced tourism industry and emerging UMKM. The conversion of land to industry continues to have a positive impact on regional income.

Kata Kunci : Konversi lahan, ketahanan pangan, Bali

  1. S2-2024-471746-abstract.pdf  
  2. S2-2024-471746-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-471746-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-471746-title.pdf