Implementasi Kebijakan Open Government Data (OGD) di Pemerintahan Kabupaten Bantul
Herianto, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si; Prof. Dr. Muhadjir Darwin, M.P.A
2023 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Open Government
Data (OGD) merupakan layanan data terbuka berbasis digital yang telah
menjadi gerakan penting di administrasi pemerintahan di seluruh dunia. Kebijakan
diperlukan untuk menjalankan pengembangan layanan publik berbasis digital
tersebut. Namun, berdasarkan beberapa penelitian yang ada, tidak semua
kebijakan yang berkaitan dengan digitalisasi layanan data dan informasi telah
diterapkan dan menunjukkan hasil yang memuaskan di Indonesia. Hal ini
disebabkan ketidaksiapan implementasi kebijakan di lapangan. Kabupaten Bantul
merupakan kabupaten yang telah menerapkan kebijakan pengembangan OGD untuk
meningkatkan transparansi, kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam
pemerintahan. Penelitian ini memiliki dua tujuan, pertama mendeskripsikan
implementasi kebijakan OGD, kedua mendeskripsikan
bagaimana faktor-faktor dalam mempengaruhi OGD
di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan menggunakan data primer melalui wawancara dengan informan,
observasi, dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah tujuh
orang yang terdiri dari pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai
walidata dan pelaksana kebijakan serta instansi vertikal dan horizontal sebagai
produsen data. Hasil analisis implementasi kebijakan OGD adalah komunikasi
telah dilakukan melalui bimbingan teknis dan sosialisasi, sumber daya telah didukung
anggaran dan infrastruktur teknologi yang memadai, dan proses koordinasi telah
menunjukkan jalur wewenang yang jelas. Implikasi kebijakan saat ini telah
diwajibkan kepada seluruh instansi daerah dan vertikal di Kabupaten Bantul.
Dalam implementasi kebijakan tersebut masih ditemukan tantangan terkait jumlah
SDM yang belum ideal, standar data, keterlibatan masyarakat dan organisasi
eksternal. Adapun faktor-faktor dalam mempengaruhi OGD yaitu organisasi,
lingkungan serta teknologi.
Open Government Data (OGD) is a digital-based open data service that
has become an important movement in government administration throughout the
world. Policies are needed to carry out the development of digital-based public
services. However, based on several existing studies, not all policies related
to the digitization of data and information services have been implemented and
shown satisfactory results in Indonesia. This is due to unpreparedness for
policy implementation in the field. Bantul Regency is a district that has
implemented an OGD development policy to increase transparency, collaboration
and community participation in government. This research has two objectives,
first to describe the implementation of OGD policy, second to describe how factors
influence OGD in Bantul Regency. This research uses a descriptive qualitative
approach using primary data through interviews with informants, observation and
documentation. The number of informants in this research was seven people
consisting of employees of the Communication and Informatics Service as data
guardians and policy implementers as well as vertical and horizontal agencies
as data producers. The results of the analysis of the implementation of the OGD
policy are that communication has been carried out through technical guidance
and outreach, resources have been supported by an adequate budget and
technological infrastructure, and the coordination process has shown clear
lines of authority. The current policy implications are mandatory for all regional
and vertical agencies in Bantul Regency. In implementing this policy,
challenges are still found related to the number of human resources that are
not yet ideal, data standards, involvement of the community and external
organizations. The factors influencing OGD are organization, environment and
technology.
Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Open Government Data, Open data