Laporkan Masalah

Hubungan GSTM1-null genotype dan GSTT1-null genotype dengan Kerusakan DNA pada Pekerja Batik di Kecamatan Lendah Kulon Progo

GISKA SHERINA PUTRI, dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D; dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.KK(K)., Ph.D; Dr. Dra. Suhartini, Apt., SU

2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: DNA merupakan salah satu asam nukleat di dalam tubuh. Kerusakan DNA ditunjukkan dengan adanya modifikasi pada struktur maupun fungsi normal DNA. Paparan logam berat dapat menyebabkan kerusakan DNA dengan mekanisme meningkatkan stress oksidatif. Salah satu pekerjaan dengan risiko tinggi mendapatkan paparan logam berat yaitu pembatik. Pembatik mendapatkan paparan dari pewarna sintesis yang mengandung logam berat. Untuk mengantisipasi efek paparan logam berat, tubuh memiliki kelompok enzim Glutathione s-Transferase (GST) yang berperan dalam detoksifikasi. Pada beberapa individu, enzim ini dapat mengalami delesi pada urutan pengkodean seperti pada GSTM1-null genotype dan GSTT1-null genotype sehingga dapat mengganggu fungsi detoksifikasi.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara GSTM1-null genotype dan/atau GSTT1-null genotype dengan kerusakan DNA serta mengetahui perbedaan rerata kerusakan DNA antara subjek dengan delesi enzim GSTM1 dan/atau GSTT1 dengan subjek dengan enzim GSTM1 dan/atau GSTT1 normal

Metode: Studi cross sectional dengan melibatkan 33 pekerja batik Kecamatan Lendah, Kulon Progo sebagai subjek terpapar serta 27 pekerja yang bukan bagian pembatik dan pewarnaan serta masyarakat sekitar sebagai subjek kontrol. Perbedaan rerata kerusakan DNA berdasarkan karakteristik subjek dan variasi enzim GST dianalisis dengan independent t test. Hubungan variasi enzim GST dengan kerusakan DNA dianalisis dengan uji korelasi Eta.

Hasil: Tidak terdapat hubungan antara GSTM1-null genotype dengan kerusakan DNA (? = 0,013). Terdapat hubungan yang lemah antara GSTT1-null genotype dengan kerusakan DNA (? = 0,287). Terdapat hubungan yang kuat antara GSTM1 dan GSTT1-null genotype dengan kerusakan DNA (? = 0,848). Tidak terdapat perbedaan rerata kerusakan DNA antara subjek dengan GSTM1-null genotype atau GSTT1-null genotype dibandingkan subjek dengan enzim normal (P = 0,943; P = 0,105). Terdapat perbedaan rerata signifikan pada subjek dengan GSTM1 dan GSTT1-null genotype dibandingkan dengan subjek dengan enzim GSTM1 dan GSTT1 normal (P < 0>

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara variasi enzim GSTM1 dengan kerusakan DNA. Terdapat hubungan yang lemah antara variasi enzim GSTT1 dengan kerusakan DNA. Terdapat hubungan yang kuat antara variasi enzim GSTM1 dan GSTT1 dengan kerusakan DNA. Tidak terdapat perbedaan rerata kerusakan DNA antara subjek dengan GSTM1-null genotype atau GSTT1-null genotype dibandingkan subjek dengan enzim normal pada kedua kelompok. Terdapat perbedaan rerata signifikan pada subjek dengan GSTM1 dan GSTT1-null genotype dibandingkan dengan subjek dengan GSTM1 dan GSTT1 normal.

Kata kunci: GSTM1-null genotype, GSTT1-null genotype, Kerusakan DNA, Logam berat, Batik

Background: DNA is one of the nucleic acids in human body. DNA damage is defined as modification of the DNA’s normal structure or function. Heavy metals exposure can cause DNA damage with a mechanism of increasing oxidative stress. Batik workers have a high risk of exposure to heavy metals from the use of synthetic dyes. To anticipate the effects of heavy metals exposure, the body has a group of Glutathione s-Transferase (GST) enzymes that are useful in detoxification. In some individuals, this enzyme can experience deletions in coding sequences such as GSTM1-null genotype and GSTT1-null genotype. These deletions can interfere the detoxification process.

Objective: To determine the relationship between GSTM1-null genotype and/or GSTT1-null genotype with DNA damage and to determine the mean value difference of DNA damage between subjects with deletions of GSTM1 and/or GSTT1 and subjects with normal GSTM1 and/or GSTT1

Methods: This research is cross-sectional study involving 33 batik workers in Lendah, Kulon Progo as exposed subjects and 27 workers who were not involved in batik making and dyeing and some of local people as control subjects. The mean value difference of DNA damage based on subject characteristics and variation in GST enzymes were analyzed with independent t test. The relationship between GST enzyme variations and DNA damage were analyzed with Eta correlation test.

Results: There is no relationship between GSTM1-null genotype and DNA damage (? = 0.013). There is a weak relationship between GSTT1-null genotype and DNA damage (? = 0.287). There is a strong relationship between GSTM1 and GSTT1-null genotypes with DNA damage (? = 0.848). There was no mean value difference of DNA damage between subjects with GSTM1-null genotype or GSTT1- null genotype compared to subjects with normal enzymes (P = 0.943; P = 0.105). There was a significant mean value difference of DNA damage in subjects with GSTM1 and GSTT1-null genotypes compared to subjects with normal GSTM1 and GSTT1 (P < 0>

Conclusion: There is no relationship between GSTM1 enzyme variations with DNA damage. There is a weak relationship between GSTT1 enzyme variations with DNA damage. There is a strong relationship between GSTM1 and GSTT1 enzyme variations with DNA damage. There was no mean value difference of DNA damage between subjects with GSTM1-null genotype or GSTT1-null genotype compared to subjects with normal enzymes. There was a significant mean value difference of DNA damage in subjects with GSTM1 and GSTT1-null genotypes compared to subjects with normal GSTM1 and GSTT1

Keywords: GSTM1-null genotype, GSTT1-null genotype, DNA damage, heavy metals, Batik

Kata Kunci : GSTM1-null genotype, GSTT1-null genotype, Kerusakan DNA, Logam berat, Batik

  1. S1-2023-455174-abstract.pdf  
  2. S1-2023-455174-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-455174-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-455174-title.pdf