PENGARUH MODAL SOSIAL DAN NORMA PRIBADI TERHADAP PERILAKU MENGELOLA SAMPAH PADAT RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT KAMPUNG BLUNYAHREJO, KOTA YOGYAKARTA
Zilfani Fuadiyah Haq, Dr. dt. Mubasysyir Hasanbasri, MA; Aditya Lia Ramadona, S.Si., M.Sc., Ph.D
2024 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar
Belakang: Peningkatan sampah yang
tidak diimbangi dengan pengelolaan yang memadai berpotensi menimbulkan dampak
lingkungan dan kesehatan. Pembentukan perilaku penting dilakukan untuk
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dalam konteks ini, teori perilaku seperti Theory
of Planned Behavior (TPB), modal sosial, dan norma pribadi memainkan peran
penting dalam memprediksi perilaku masyarakat. Oleh sebab itu topik ini perlu diteliti lebih lanjut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku
mengelola sampah rumah tangga menggunakan pendekatan teori modal sosial, TPB,
dan norma pribadi.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan menggunakan convenience sampling untuk pengambilan
sampel. Terdapat 102 sampel yang datanya diolah menggunakan uji statistik chi
square untuk analisis bivariat, dan menggunakan analisis regresi logistik
untuk analisis multivariat, seluruh analisis dilakukan menggunakan aplikasi
STATA.
Hasil: Secara deskriptif usia dewasa memiliki sikap, norma pribadi serta perilaku mengelola sampah lebih rendah dari usia lanjut, namun usia dewasa memiliki modal sosial yang lebih tinggi. Responden perempuan memiliki perilaku pengelolaan sampah yang lebih rendah, namun memiliki sikap, norma pribadi, serta persepsi pengendalian perilaku lebih baik dari laki-laki, dan responden berpendidikan rendah memiliki perilaku, sikap, persepsi dan norma yang lebih rendah dari responden dengan pendidikan lebih tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukan Sikap terhadap perilaku, norma sosial, persepsi pengendalian perilaku, kepercayaan sosial, dan norma pribadi berhubungan secara signifikan terhadap perilaku mengelola sampah. Analisis regresi logistik menunjukan usia (p<0>
Kesimpulan: Usia, sikap terhadap perilaku, persepsi
pengendalian perilaku, dan kepercayaan berpengaruh terhadap perilaku mengelola
sampah. Maka pengembangan
program pendidikan serta penyuluhan penting dilakukan untuk
meningkatkan kemampuan pengelolaan
sampah. Serta dapat mempertimbangakan aspek
demografi seperti usia, pendidikan, dan jenis kelamin untuk
menyesuaikan preferensi, kebutuhan, serta hambatan dalam mengelola sampah.
Kepercayaan sosial masyarakat yang tinggi juga dapat dimanfaatkan untuk
pengelolaan sampah secara kolektif.
Background: The increas
of waste without adequate management has the potential to cause environmental
and health impacts. It is crucial to build a behavior to enhance community
involvement in waste management. In this context, behavioral theories such as
the Theory of Planned Behavior (TPB), social capital, and personal norms play a
crucial role in predicting community behavior. Therefore, this topic needs
further exploration.
Objective: This
study aims to analyze household waste management behavior using the social
capital, TPB, and personal norm theories.
Method: This
is a quantitative study, and all 102 participants were sampled using the convenience
sampling method. Data were analyzed
using chi-square for bivariate analysis, and logistic regression for
multivariate analysis, in STATA application.
Results: Based on descriptive analysis, adults have lower attitudes, personal norms and waste management behavior than older adults, but adults have higher social capital. Female respondents have lower waste management behavior, but have better attitudes, personal norms and perceptions of behavioral control than men, and respondents with lower education have lower behavior, attitudes, perceptions and norms than respondents with higher education. Bivariate analysis results indicate that attitudes toward behavior, social norms, perceived behavior control, social trust, and personal norms are significantly related with waste management behavior. Logistic regression analysis shows that age (p<0>
Conclusion: Age,
attitudes toward behavior, perceived behavior control, and social trust
influence waste management behavior. So
to develope an education program and outreach, it is important to improve the
community's waste management capabilities. As well as considering demographic
aspects such as age, education and gender to adjust preferences, needs and
obstacles in managing waste. High social trust among communities can also be
used for collective waste management.
Kata Kunci : Perilaku Pengelolaan Sampah, Modal Sosial, Theory of Planned Behavior, Norma Pribadi