Pemanfaatan Bacillus velezensis, Bacillus thuringiensis dan Silika untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa pada Tanaman Bawang Merah
Jilan Tsani Abdullah, Dr. Tri Joko, S.P., M. Sc.; Dr. Suryanti, S.P., M.P.
2024 | Tesis | S2 Fitopatologi
Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum
gloeosporioides menyebabkan penurunan produktivitas bawang merah. Aplikasi
kombinasi Bacillus velezensis, Bacillus thuringiensis dan silika
dilakukan untuk mengendalikan penyakit antraknosa tersebut. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari Bacillus velezensis, Bacillus
thuringiensis dan silika terhadap pertumbuhan dan kesehatan bawang
merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Gotakan, Kecamatan Panjatan, Kulon
Progo, Rumah kaca dan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian,
Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan Bacillus
velezensis, Bacillus thuringiensis dan silika baik secara tunggal
maupun kombinasi. Hasil yang didapatkan adalah aplikasi campuran B.
velezensis, B. thuringiensis dan silika memiliki kemampuan untuk menghambat
perkembangan penyakit antraknosa, meningkatkan kandungan unsur NPK, serta
berpengaruh secara signifikan pada tinggi tanaman dan berat kering umbi bawang
merah jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Selain itu, perlakuan
perendaman menggunakan B. velezensis juga memberikan dampak yang
signifikan terhadap produksi bawang merah dibandingkan dengan perlakuan
kontrol. Penggunaan tunggal maupun kombinasi B. velezensis, B.
thuringiensis, dan silika dapat meningkatkan induksi ketahanan tanaman
melalui produksi asam salisilat dan lignifikasi pada daun tanaman. Deteksi B.
velezensis pada akar tanaman bawang merah memberikan hasil positif, yang
ditandai dalam munculnya pita DNA pada panjang sekitar ±576 bp.
Anthracnose disease caused by Colletotrichum gloeosporioides
causes a decrease in shallot productivity. A combination application of Bacillus
velezensis, Bacillus thuringiensis and silica is carried out to control the
anthracnose disease. The aim of this research was to determine the effect of Bacillus
velezensis, Bacillus thuringiensis and silica on the growth and health of
shallots. The research was carried out in Gotakan, Panjatan, Kulon Progo,
Greenhouse and Laboratory of Plant Pathology, Faculty of Agriculture, Gadjah
Mada University. This research was carried out by treating Bacillus
velezensis, Bacillus thuringiensis and silica either singly or in
combination. The results obtained were that the application of a combination of
B. velezensis, B. thuringiensis and silica had the ability to inhibit
the development of anthracnose disease, increase the NPK element content, and
have a significant effect on plant height and dry weight of shallot bulbs when
compared to the control treatment. Apart from that, the dripping application
using B. velezensis also had a significant impact on shallot production
compared to the control treatment. Single or combined use of B. velezensis,
B. thuringiensis, and silica can increase the induction of plant resistance
through the production of salicylic acid and lignification in plant leaves.
Detection of B. velezensis in the roots of shallot plants gave positive
results, which was indicated by the appearance of a DNA band with a length of
approximately ±576 bp.
Kata Kunci : Bacillus velezensis, Bacillus thuringiensis, Bawang Merah, Colletotrichum gloeosporioides dan silika