The Role of TikTok Intensity Usage on Body Dissatisfaction among Adolescent Girls
VERRIN VIRADITYA, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A.
2024 | Skripsi | PSIKOLOGI
Ketidakpuasan tubuh adalah sikap negatif terhadap penampilan fisik, yang biasanya dikaitkan dengan perasaan tidak nyaman atau tidak puas dengan tubuh. Dibandingkan dengan platform media sosial lainnya, TikTok memiliki potensi paling besar untuk membuat seseorang merasa tidak puas dengan tubuhnya. TikTok secara signifikan berkontribusi pada ketidakpuasan tubuh karena mempromosikan materi visual yang menyoroti atribut fisik seperti otot, tubuh yang kurus, atau bentuk fisik lainnya, yang membuat pengguna merasa ada tekanan untuk mematuhi standar kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran intensitas penggunaan TikTok terhadap ketidakpuasan tubuh remaja perempuan. Hipotesis penelitian ini adalah ketidakpuasan tubuh remaja perempuan dipengaruhi secara positif oleh intensitas penggunaan TikTok. Partisipan penelitian terdiri dari 175 remaja perempuan berusia 18–24 tahun. Data dikumpulkan secara kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online melalui Google Forms. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Jamovi dengan analisis regresi linier. Hasil menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok berpengaruh positif terhadap ketidakpuasan tubuh pada remaja perempuan di Indonesia.
Body dissatisfaction is a negative attitude toward our physical appearance, commonly associated with feeling uncomfortable or unsatisfied with one's body. Compared to any other social media platform, TikTok has the most potential to make individuals dissatisfied with their bodies. TikTok significantly contributes to body dissatisfaction since it promotes visual material that highlights physical attributes like muscle, thinness, or other physical qualities, placing users under pressure to adhere to beauty standards. This research aims to investigate the role of TikTok intensity usage on adolescent girls’ body dissatisfaction. The hypothesis of this study is that adolescent girls' body dissatisfaction is positively affected by their intense use of TikTok. The study participants consisted of 175 adolescent girls aged 18-24 years. Data was collected quantitatively by distributing questionnaires online through Google Forms. Data analysis was conducted using Jamovi with linear regression analysis. The results show that the intensity of TikTok use has a positive effect on body dissatisfaction in adolescent girls in Indonesia.
Kata Kunci : Body Dissatisfaction, TikTok Intensity Usage, Adolescent Girls