Evaluasi kesesuaian lahan pada rencana kawasan kompleks perkantoran pemerintah di Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat
WATUMALAWAR, Elvis T, Dr. Suratman Worosuprojo, MSc
2004 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan Magister Pengelolaan LingkunganTujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian lahan untuk rencana pembangunan perkantoran pemerintah dan mencari arahan pemanfaatan lahan yang berwawasan lingkungan. Data sekunder yang dikumpulkan adalah data temperatur, curah hujan dan tata ruang, sedangkan data primer dikumpulkan antara lain: kemiringan lereng, kedalaman air tanah, singkapan batuan dasar, kekuatan batuan, tekstur tanah, permeabilitas tanah dan kembang kerut tanah. Ke 7 (tujuh) parameter satuan lahan tersebut diberi harkat. kemudian dijumlahkan, guna menentukan kelas kesesuaian lahan. Rendahnya harkat suatu parameter menunjukkan parameter tersebut merupakan faktor penghambat komponen lahan tersebut. Jumlah kelas kesesuaian lahan tersebut ditetapkan dalam 5 (lima) kelas yaitu sangat sesuai, sesuai, cukup sesuai, kurang sesuai, tidak sesuai. Setelah masing-masing kelas kesesuaian lahan diketahui, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan analisa SWOT untuk memperoleh arahan pemanfaatan lahan yang sesuai dengan kondisi yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesesuaian lahan pada titik pengamatan I, sangat sesuai sedangkan sedangkan titik pengamatan II – X tergolong sesuai. Harkat total yang diperoleh mulai dari 24 sampai 26. Berarti kisaran harkat ini setelah dihitung berdasarkan interval kelas dapat dikatakan bahwa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan perkantoran pemerintah berkisar dari kelas kesesuaian sesuai sampai sangat sesuai sehingga peruntukan lahan untuk rencana kawasan kompleks perkantoran pemerintah sesuai dengan kesesuaian fisik lahannya
This research achievement was to evaluate land suitability for development government office complexs and to look for the course of land use that is environmental friendly. The secondary data collected was temperature data, rain fall and land use, whereas primary data collected was slope map, ground water depth, base rock, rock strength, soil permeability and soil swell-shrink. All of the 7 (seven) parameters valued, and then summed, to determine the class of land suitability. The low value of a parameter indicating that parameter is hindering factor of the land suitability. The sum of land suitability class determined in 5 (five) classes that are very suitable, suitable, less suitable, unsuitable. After each suitable land class have been known, then continued by using SWOT analyses to get the course of land use which is suitable with present condition. The result of the research showed that the land suitability level on inspection point I was very suitable whereas on inspection point II – X was suitable. The total score achieved were between score of 24 to 26. Its mean this score range after counting based on class interval can be said that land unit which will be used to developing government office complex ranging from suitable class of suitable to very suitable then land use for area plan of government office complex suitable with suitability of the physics of the land.
Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Kawasan Kompleks Pemerintahan, Land suitability, Area plan of government office complex