Laporkan Masalah

Evaluasi perubahan fungsi kawasan konservasi Danau Seha menjadi kawasan permukiman dilihat dari kualitas lingkungan daerah Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah

SIANO, Toni John, Dr. Subiyakto, MS

2004 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan Magister Pengelolaan Lingkungan

Penelitian ini dilakukan di wilayah sempadan sungai Kahayan meliputi 3 kelurahan yaitu Kelurahan Pahandut, Langkai dan Palangka. Tujuan penelitian adalah mengetahui kualitas lingkungan permukiman dan mengetahui kelayakan lingkungan untuk permukiman. Metode penelitian dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dengan metode survai lapangan dengan mengambil sampel di wilayah studi. Populasi penelitian di wilayah sempadan sungai Kahayan berdasarkan kepadatan penduduk. Cara pengumpulan data primer dengan melakukan wawancara terhadap kepala keluarga penghuni lokasi permukiman dan pengukuran dari pengamatan lingkungan fisik dengan pengambilan data di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka, literatur, hasil penelitian yang terkait dengan penelitian dan instansi yang terkait. Cara analisis data dilakukan dengan cara pengharkatan. Hasil penelitian menunjukkan pada wilayah padat penduduk dan sedang kualitas lingkungan permukiman termasuk dalam kategori rendah sehingga dapat dikatakan tidak layak untuk permukiman, sedangkan pada wilayah tidak padat penduduk kualitas lingkungan permukiman termasuk dalam kategori sedang sehingga masih bisa dimungkinkan agak layak untuk permukiman. Indikator yang menyebabkan penilaian kelayakan permukiman ini kontribusi terbesar adalah status sosial ekonomi sebesar 58,14% diikuti bangunan rumah 26,44%, masalah sosial 11,89% dan hidrologi 3,53%.

The study was conducted at Kahayan River demarcation area that covered 3 villages; those are Pahandut, Langkai and Palangka. The study was aimed to study the environmental quality of the settlement and the environmental worthiness as a settlement. To collect the data, field survey was done and the samples were taken based on the density of the inhabitants at the Kahayan River demarcation area. The primary data was gathered by interviewing the head of household at the settlement and by measuring the monitoring of the physical component and the secondary data was taken from the recent researches, literatures and library study. Scoring was done to the data and analyzed descriptively. The results showed that the environmental quality of the dense and medium inhabitants was low and unworthy as a settlement. For the fewer inhabitants, the environmental quality is moderate and fairly reasonable for settlement. The factors of the settlement worthiness were socio-economic status, houses, social complication and hydrology at 58.14%, 26.44%, 11.89% and 3.53%, respectively

Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Kualitas,Perubahan Fungsi Kawasan, conservation, settlement, and environmental quality.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.