Partisipasi wanita pasangan usia subur dalam keluarga berencana di desa Caturtunggal dan Maguwoharjo kecamatan Depok kabpaten Sleman
Retno Tri Hapsari, Drs. Kasto, M.A.
1993 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini mempelajari masalah partisipasi wanita pasangan usia subur dalam Keluarga Berencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) partisipasi wanita PUS dalam melaksanakan KB :2) perbedaan partisipasi wanita PUS berdasarkan faktor demografi dan sosial ekonomi. Untuk mencapai tujuan dan membuktikan hipotesis, diambil responden 200 wanita PUS dengan perincian 100 responden di Desa Caturtunggal dengan sampel Dusun Sagan dan Samirono kemudian 100 responden di Desa Maguwoharjo dengan sampel Dusun Stan dan Tajem. Pengambilan sampel dilakukan secara Simpel Random Sampling. Pemilihan daerah penelitian secara Purposive Sampling. Analisa data dilakukan dengan tabulasi Frekuensi, tabulasi silang dan uji Kaji Kuadrat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) wilayah Caturtunggal mempunyai partisipasi dalam melaksanakan KB lebih tinggi dibandingkan Maguwoharjo. Persentase akseptor yang melaksanakan KB Mandiri di Caturtunggal juga lebih tinggi: (2) rata-rata pendapatan keluarga di Caturtunggal lebih tinggi daripada Maguwoharjo. Di Caturtunggal terdapat perbedaan partisipasi wanita PUS dalam melaksanakan KB menurut pendapatan keluarga tetapi di Maguwoharjo tidak terdapat perbedaan. Di Caturtunggal terdapat perbedaan kemandirian ber-KB menurut tingkat pendapatan keluarga sedangkan di Maguwoharjo tidak terdapat perbedaan, (3) rata-rata tingkat pendidikan wanita PUS di Caturtunggal lebih tinggi daripada Maguwoharjo. Di Caturtunggal dan Maguwoharjo tidak terdapat perbedaan partisipasi wanita PUS dalam melaksanakan KB menurut tingkat pendidikan. Di Maguwoharjo terdapat perbedaan kemandirian ber-KB menurut tingkat pendidikan sedangkan Catur Tunggal tidak terdapat perbedaan: (4) rata-rata jumlah anak masih hidup di Maguwoharjo lebih tinggi daripada Caturtunggal. Di Caturtunggal dan Maguwoharjo terdapat melaksanakan KB menurut tidak terdapat perbedaan perbedaan jumlah anak kemandirian partisipasi dalam masih hidup, tetapi ber-KB menurut jumlah anak masih hidup) (3) Di Desa Caturtunggal dan Maguwoharjo terdapat perbedaan partisipasi wanita PUS dalam melaksanakan KB menurut jumlah tambahan anak yang diinginkan , tetapi tidak terdapat perbedaan kemandirian ber-KB menurut jumlah tambahan anak yang diinginkan. Untuk meningkatkan kemandirian pada akseptor dalam melaksanakan KB, kebijaksanaan yang perlu dilaksanakan dahulu yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat.
-
Kata Kunci : Partisipasi wanita,Keluarga berencana,pasangan usia subur,Depok,Sleman,DIY