Keamanan Manusia Era Society 5.0: Tantangan dan Respons terhadap Kasus Bjork dalam Konteks Keamanan Digital
Nadia Varayandita Ingrida, Prof. Dr. Mohtar Mas'oed, M.A.; Dody Wibowo, M.A., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional
Keamanan
manusia dalam era digital menjadi perhatian seiring dengan kemajuan teknologi
dan Big Data. Ancaman terhadap privasi dan keamanan individu semakin nyata,
terutama setelah munculnya kasus peretasan oleh Bjorka pada bulan September
2022 di Indonesia. Konsep keamanan manusia diaplikasikan pada konteks keamanan
digital, dengan menyoroti kerentanan privasi dan ketidaksetaraan akses dalam
dunia maya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak
pelanggaran privasi dan peretasan data yang dilakukan oleh Bjorka terhadap
keamanan manusia warga negara Indonesia, terutama dalam keamanan digitalnya
yang meliputi freedom from fear, freedom from want, dan freedom to live in
dignity. Penelitian dilaksanakan di Yogyakarta dengan menggunakan metode kualitatif,
di mana pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling dan
snowball sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa kasus peretasan oleh Bjorka
mengganggu keamanan manusia warga negara Indonesia. Dalam freedom from fear
kasus peretasan oleh Bjorka mengancam keamanan manusia karena penyalahgunaan
data dan pencurian identitas berpotensi disalahgunakan untuk tindakan kriminal.
Dalam freedom from want kasus peretasan oleh Bjorka menghambat kelancaran
aktivitas ekonomi individu karena akses ke layanan digital terganggu. Sedangkan
dalam freedom to live in dignity, kasus peretasan oleh Bjorka mengancam
keamanan manusia karena data pribadi yang diretas bisa digunakan untuk
mengganggu reputasi dan integritas individu, apapun gendernya.
The security of individuals in the digital era
has become a concern in tandem with technological advancements and Big Data.
Threats to privacy and personal security have become increasingly tangible,
especially following the hacking incident by Bjorka in September 2022 in
Indonesia. The concept of human security is applied in the context of digital
security, highlighting privacy vulnerabilities and unequal access in the
virtual world. The aim of this research is to understand the impact of privacy
breaches and data hacking by Bjorka on the human security of Indonesian
citizens, particularly in their digital security, encompassing freedom from
fear, freedom from want, and freedom to live in dignity. The research was
conducted in Yogyakarta using a qualitative method, where data collection was
carried out through purposive sampling and snowball sampling techniques. The
analysis results indicate that the hacking case by Bjorka disrupts the human
security of Indonesian citizens. In the freedom from fear aspect, the hacking
incident by Bjorka threatens human security due to data misuse and identity
theft, which have the potential for criminal activities. In the freedom from
want aspect, the hacking incident by Bjorka impedes the smoothness of
individual economic activities as access to digital services is disrupted.
Meanwhile, in the freedom to live in dignity aspect, the hacking incident by
Bjorka threatens human security because the personally hacked data can be used
to disturb the reputation and integrity of individuals, regardless of gender.
Kata Kunci : Keamanan Manusia, Keamanan Digital, Bjorka, Big Data, Peretasan, Gender, Human Security, Digital Security, Bjorka, Big Data, Hacking, Gender