Laporkan Masalah

KAJIAN KELEMBAGAAN HUTAN RAKYAT BERSERTIFIKAT LESTARI (Studi Kasus Kelompok Tani Hutan Rakyat "Sumber Rezeki" Dusun Pringsurat, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul)

Johansen Silalahi, Wahyu Tri Widayanti, S. Hut., M.P.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kelembagaan dimaknai sebagai suatu kumpulan nilai, norma, peraturan dalam suatu kumpulan orang, yang digtmakan untuk mencapai tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk: (I). Mengetahui bentuk dan struktur kelembagaan KTHR "Sumber Rezeki", (2). Mengetahui peran stakeholders dalam pengelolaan hutan rakyat lestari, (3). Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat dan (4). Mengetahui dukungan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan hutan rakyat. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris. Data diperoleh melalui wawancara mendalam (indeph interview) dengan menggunakan kuisioner dan semi terstruktur terhadap responden terpilih, dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan fenomenologik dan analisis kelembagaan pengelolaan hutan rakyat. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk asosiasi yang berkembang di Dusun Pringsurat adalah kelompok tani hutan rakyat, struktur organisai KTHR "Sumber Rejeki" sudah mengacu pada format organisasi modern. Stakeholders yang terlibat dalam menuju sertifikasi hutan rakyat di Gunung Kidul adalah (I). Pemda Kabupaten Gunung Kidul, (2). Kelompok Kerja Hutan Rakyat Lestari, terdiri dari: Pemda, Masyarakat, LSM (Arupa dan Shorea), dan Perguruan Tinggi diwakili PKHR UGM, (3). Koperasi Wana Manunggal Lestari, (4). Asosiasl Pedagang Kayu Jati Lestari Kabupaten Gunung Kidul, (5). Asosiasi Meubel Gunung Kidul, (6). Asbenindo (Asosiasi Perbenihan lndonesia) Gunung Kidul dan (7). Forum Komunikasi Pedagang, Petani, dan Pemda. Permasalahan-permasalahan yang dihadapai KTI-IR "Sumber Rejeki adalah keterbatasan jumlah generasi muda, kurangnya fasilitas berupa sarana dan prasarana penunjang untuk pengembangan industri berbasis pada kayu hutan rakyat, tebang butuh, permodalan, aturan internal dalam kelembagaan masyarakat belum dapat sepenuhnya mengikat anggotanya dan posisi tawar masyarakat rendah jika berhubungan dengan pemasaran hasil hutan kayu maupun non kayu. Permasalahan-perrtlasalahan yang terkait dengan sertifikasi yang dialami KTHR "Sumber Rejeki" adalah permasalahan dari dalam yaitu, minimnya pengetahuan petani hutan (awareness) akan adanya program sertifikasi hutan, biaya sertifikasi yang relatif mahal buat small-scale forest dan aspek manajemen dan kelembagaan hutan rakyat yang belum mantap. Permasalahan dari luar berhubungan dengan jaminan akan pasar kayu yang telah tersertifikasi. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat atau KTHR "Sumber Rejeki" adalah pelatihan-pelatihan, modal usaha, bantuan non material dan materi, pendampingan yang intensif dari pihakpihak luar, seperti pemerintah, LSM, kalangan akademik dan bahkan lembaga sertifikasi danjaminan akan pasar kayu yang telah tersertiflkasi. Peran pemerihtah dalam membaritu dan mendukung kegiatan pengembangan industri berbasis hutan rakyat belum dapat dirasakan oleh masyarakat. Kebijakan pemerintah juga tidak menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan industri berbasis hutan rakyat karena sampai saat ini tidak satupun kebijakan pembangunan yang diterapkan menyentuh industri kecil berbasis hutan rakyat.

Institution means a series of values, norms, and regulations ruling particular group of people in order to achieve respective goal. The purposes of this research are: (I). Know the form and structure of "Sumber Rejeki" community farm foreshy organization, (2). Know the roles of stakeholders in sustained community forest managament, (3). Identification the problems and needs in sustained community forest management and ( 4). Know the supports of government policy in community.forest management. The basic methods used in this study are exploratory, description an explanato,y. Data gets by indepth interview that use queistionnaire and semi structured for selective respondent, analyzed by phenomenology approximation and analysis of community forest management. Based on researchs, The form of association that develop at Pringsurat village is forest farm organization, The structure of "Sumber Rejeki" Community Forest Farm Institutional has suitable with modern organization format. Stakeholders who involved in forest farm certification at Gunung Kidul district are:(/). Gunung Kidul of district government, (2). Group of working sustained farm forestry,e.g., district government, society, NGOs (ARuPA and Shorea), and university was represented by Gadjah Mada University of Center for Community Forestry, (3). Wana Manunggal Lestari Cooperation, (4). Association of sustained teak sellers at Gunung Kidul district, (5). Association of furniture at Gunung Kidul district, (6). Association of seeds' Indonesian, (7). Forum of sellers' communication. "Sumber Rejeki" Community Farm Forestry organization have many problems like; limited qf young people, limited of facilities like tools and infrastructures that support their development industry based on farm forestry, tebang butuh and capitals, internal rules in community institutional can not undertake their members totality and bargaining position of society is low in marketing afforest products like timber and non timber. The constraints for cert(fication in "Sumber Rejeki" Community Farm Forestry organization as internal constraints include little awareness of the growers about sertification, the costs associated with certification and insufficient management processes and under developed institutions for community forests. The external contraints,i.e. markets for certified products. The needs qf society or "Sumber Rejeki" Community Farm Forestry organization are: training, capitals, granting of material and non material, intensive assistances from external agencies, such as government institutions, non-government organizations, academicians and even forest certification of community.forests. Roles of government couldn't felt by societies in help and support activity of development industry based on farm forest,y. The policy of government didn't show their supports in development of industry based on farm forestry because until now no one development policy that implemented touch small indushy based on farm forestry.

Kata Kunci : Kelembagaan, stakeholders, kelompok tani, lestari

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf