PENGARUH KADAR AIR KAYU DAN PENGENCERAN BAHAN FINISHING SISTEM PU (POLYURETHANE) TIPE CLEAR GLOSS DENGAN THINNER TERHADAP SIFAT FINISHING KAYU MINDI (Melia sp.)
ELIZA SALEH, Prof. Ir. TA. Prayitno. M.For. Ph.D.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANPerkembangan industri pengolahan kayu menuntut meningkatnya efisiensi pemanfaatan kayu dan kualitas produk yang dihasilkan. Modifikasi dalam proses finishing kayu, merupakan salah satu proses solusi yang bisa dilakukan, diantaranya adalah penggunaan kayu rnindi sebagai kayu alternatif dan polyurethane sebagai bahan finishing. Potensi kayu mindi di Kabupaten Boyolali mencapai 3.930.921 m3 , dan diperkirakan menggantikan kayu mahoni karena memiliki tekstur dan beratjenis yang mirip dengan kayu mahoni serta harga yang lebih murah. Polyurethane merupakan bahan finishing yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan jenis bahan finishing lainnya. Harga yang lebih mahal, membuat sistem finishing ini hanya digunakan untuk finishing kelas atas. Pengenceran sampai batas tertentu bisa dijadikan solusi untuk meningkatkan efisiensi biaya dan menghemat pengguanan bahan finishing, sehingga dengan penelitian ini diharapkan mampu untuk mengetahui tingkat pengenceran yang paling maksimal tanpa kehilangan sifatfinishing secara nyata. Bahan penelitian berupa kayu mindi yang diperoleh dari Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, dan bahan finishing polyurethane produksi PT. Propan Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan percobaan faktorial yang terdiri dari dua faktor meliputi faktor kadar air kayu (dibawah 10%, 10- 12%, dan diatas 12%) dan tingkat pengenceran top coat polyurethane (50%, 75%, dan 100%). Parameter yang diuji adalah sifat finishing kayu (coint test, cross cut test, delamination test, dan glossy test). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara faktor kadar air kayu dan faktor tingkat pengenceran tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap coint test, cross cut test, delamination test, dan glossy test. Faktor kadar air kayu memberikan pengaruh yang nyata pada cross cut test dan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap glossy test. Nilai cross cut test terbaik dihasilkan kadar air kayu I 0-12% sebesar I, 11 l dan nilai terjelek dihasilkan kadar air kayu dibawah I 0% sebesar 3,667. Makin tinggi kadar air kayu menyebabkan peningkatan nilai kilap dari 77,33% ke 83,72%. Faktor tingkat pengenceran bahan finishing sistem polyurethane memberikan pengaruh yang sangat nyata pada cross cut test, tetapi tidak memberikan pengaruh yang tidak nyata pada coint test, delaminasi test, dan glossy test. Makin tinggi pengenceran menyebabkan rata-rata nilai kerusakan yang makin besar dari 0, 778 ke 4,113.
Kata Kunci : kadar air, pengenceran, polyurethane, sifat finishing, kayu mindi